pemayu itu dikecupi kelumit jingga
sebuah sekolah menengah sidempuan
tangan angin berbunyi perempuan
seperti bulir-bulir tasbih pertama
pada sepucuk subuh merah jambu
sebutir sajadah pipi mengelus bayu
secarik kalimat terselip di jemari pagi
senin berkabut embun
mengantar pipi jambu merah
dan sebuah bibir bertampuk nama
kau koyak kerudung putihmu