Sanggupkah kau bedakan dusta antara suka dan cinta?
Ketika masih telur dia, di jerami rumput
Kau pasrahkan nasib kehidupannya,
Kemudian cuaca berkenan jadi dewa, sewaktu menetaskannya
Jadi ulat, daun dan ranting yang pucuknya sampai ke bibir jendela
Kamarmu telah di depan retinanya
Diapun merayap di sela rintik hujan dan raung petir malam
Meracik sarang, dari waktu yang menggugurkan kelopak-kelopak
Detik, dan bila datang rembang, kau tarik gorden kamarmu
Seperti semusim yang mengabarkan wahyu pada ruang sunyi
Matanya terpejam dalam fase warna dan relief badan
Dan jam yang tak kau hitung dalam kalender diarymu
Pada satu senja yang senyap ketika rerumput mengerumuni bunga
Kupu-kupu itu lincah menarikan lakon perjaka
Sanggupkah kau bedakan dusta antara ingin memiliki
Dan jatuh cinta?
Rawamangun, Sabtu Siang, 26042008
hakcipta pada asharjunandar