Lihatlah, mungkin memang aku yang tolol bila kau tak termangu
Seperti aku,
Baik-baik lihatlah, buku-buku telah terbuka dan jari telunjuk telah
Sampai ke halaman akhirnya, lihatlah baik-baik
Lihatlah, kalimat demi kalimat telah tersusun rapi sesuai ejaan
Dan mata telah memerah, membelah malam buta, lihatlah
Lihatlah di kaca,
Sampul-sampul kian mempercantik dirinya dan berlomba menawarkan
Diri terpajang di etalase, dan kau pun mulai mendekat, lihatlah
Tanganmu menggenggamnya, hatimu mulai tergerak,
Gerangan apakah yang akan kau lihat di dalamnya, lihatlah
Lihat, lembaran kertas uang itu berpindah tangan darimu
Ke laci berwarna, kasir yang menebar senyum, lihatlah dia tersenyum
Dan dari bibirnya, perwakilan terimakasih dari penerbit dan penulisnya,
Lihatlah, kau masukkan buku itu ke dalam tas hitammu,
Dan kau melangkah pulang, lihatlah, kau kunci pintu kamar
Dan kau tikam segala yang bingar, lalu matamu kembali melihat
Kata-kata, rangkaian kata, kalimat dan tanda baca yang sama, lihatlah
Kemudian lihatlah, lima jarimu ingin menampar satu wajah
Yang dari mulutnya telah meluncur kalimat pengantar yang sama
Aroma basinya,
Dan kemudian dengan sorotan mata yang sama, lihatlah
Matamu kembali melihat hamburan serapah yang sudah entah
Keberapa mengotori udara, dan akan kau lihat satu tanya:
Di musim gugur, mengapa semua orang masih mau mengiris matanya
Dengan Pisau cerita yang itu-itu juga
Dan menyangkal ketololannya?
Sedang liang, sudah tergali untuk matanya
Di hamparan tanah musim gugur yang entah
Nb: Setelah membaca sepersepuluh dari halaman novel
“Kitab Cinta Yusuf-Zulaikha”-nya Taufiqurrahman al-Azizy
Saya curiga atas petikan pernyataan rekomendasi Zawawi Imron di sampul depannya, tidak lebih hanya sebagai kamuflase iklan marketing belaka,
Akhirnya: “Don’t Just a Book by the Cover Only” itu seakan benar adanya,
Dan perlu penambahan mungkin, “And also by the Recommendator Only”
Innalillahi wainnalillahi rojiun
hakcipta pada asharjunandar