Berbahagialah yang mencompang-campingkan pakaiannya
karena telah dijahitnya jubahnya nanti di surga, berbahagialah yang merajutnya
dengan benang airmatanya yang lembut dan dengan sekerat roti dan seteguk
anggur, dia mengenyangkan sukurnya, berbahagialah kelembutan dua telapak tangannya
yang terbuka dan bukan meminta, berbahagialah dia yang terus menengadah
kepada kebenaran yang dia tahu akan keluar dari kabut, sebab kemurahan hatinya
kemudian dadanya jadi muara, berbahagialah dia yang berenang-renang di sana,
di malam yang damai, berbahagialah dia dengan seberkas cahaya lilin di sampingnya,
dan orang-orang yang melingkar seraya mendengar, berbahagialah mereka
setelah keputusan pembuangan dan pengucilan, sebab dimanapun kaki memijak
di situlah gerbang istana tuhan yang membuka,
Berbahagialah atas segenap cacian, sebab di lehermu cermin telah digantungkan
Dan berbahagialah kau yang tahu arah, kemana kepala harusmu ditundukkan





