The Last Snow

Seandainya kau tahu bagaimana aku dan yang lainnya berasimilasi

Tanpa harus mempertanyakan siapa diantara kami yang laki yang perempuan

Dengan sadar yang melingkar di luar kuasa kami, kami berkembang

Dan bangsa-bangsaku, dengan tanda fisik yang sama, ke bumi harus diturunkan

Tentu kau berterimakasih kepada tuhanmu, yang tak pernah kau tampak

Berterimakasih kepadaku dan beberapa ratus teman yang tanpa mempertanyakan

Mengapa harus hinggap di sela mantel hitam tebalmu,

Ketika malam setengah matang telah memasuki alam fikirmu

Kau rasakanlah kini dingin yang menebal dan bisu

Lewat hembusan udara dari saluran mulutmu dan dua siku tangan yang kau

Lekatkan ke dada, tangkaplah kehangatan yang ganjil

Dari rentetan pendaratan tubuh kami yang terlihat acak

Tersembunyi irama yang menggetarkan, yang telah berbunyi lama

Jauh di dasar ingatanmu

Ketika kami turun, bocah-bocah di taman yang dijaga sebatang akasia meranggas

Berteriak dalam girang “ salju, salju, salju”

Yang berselang lima menit kemudian, bahagia bocah itu direnggut

Panggilan ibu mereka, dari mulut jendela berdebu,

Dari pintu rumah yang telah terlalu lama terkunci dari dalam

Sebentar terkatup, untuk kemudian terkunci lagi

Seperti sebuah defenisi yang tertera jelas, menerangkan kata penjara

Di sebuah kamus bahasa kecil mereka

Tinggalkan Balasan