Datos, Kapal Sutera

Sebab yang selamanya mengerling

adalah malam,

dan kau pada bingkai tetaplah Kau

yang termangu warta warna:

Selingkar lukisan kalung bermata rubi

Benua Barat. Ya, kusandarkan kapal

di celah dermaga. Dan segulung sutera

di hampar liat cermin basah:

Adakah lagi gelisah yang lebih rekah

antara redup,

dan desah yang menyusup hidup ?

Sebab yang selamanya retak

adalah malam. Digiring panah aku berburu

Dan busur yang meregangi tubuhku

Di matamu yang ombak,

tengah merumput rusa belia itu

pada tindik jendela. Kamar sekubik geladak

Kau tahu yang kau ingat sudah:

Selain desau keringat ,tak ada lagi

kemarau gerabah

Sebab yang selamanya mengerling

dalam gigil fajar memanggil

kemudian terguling, adalah malam berarak:

Ringking peluit menarik jangkar

Merangkak kapal

melayati lautan lahad gelap. Dalam bulan

retak

pada lajur-lajur angka,

yang juga tak bertapal. Matamu

yang ombak

Tinggalkan Balasan