170 ton, entah seberat itu bobot air mata yang hendak kalian
antarkan kepada kami dari seberang benua,
lewat peta, sempat kami perlihatkan kepada anak-anak kami,
kalian di sana, khusuk berdoa, di bawah malam,
di atas tanah yang terus digemburkan matahari
170 ton, lebih lagi
tanpa sempat mematok skala, karena yang tersisa dalam
benak kami hanya jengkal dan depa, sepuluh jari
yang meraup pasir, batu, liat tanah merah,
lebih dari 170 ton air mata yang hendak kalian antarkan kepada kami
air mata-air mata itu air mata kalian, 170 derajat celcius panasnya
setelah sampai ke puing-puing kota kami, 170 tahun lebih
derajat panas ini telah merebus Aqsa yang kami cintai
170 ton gadam telah menumbuk-numbuki dinding-dinding rumah kami
dan 170 ton air mata yang kalian antarkan ini
menguap saja dihisap pori-pori pung-puing kota kami
tapi biarlah, dalam malam yang tak seorangpun di antara kalian
mendengar,
170 lebih bintang telah kami nyalakan di mimpi-mipi anak kami
lebih dari 170 tahun perjalanan 170 ton air mata ini