Berjalan bersama di atas susunan bata kuno jembatan
Kau dan dia menuju kampus ke hidupan
Di belakang, di antara timur dan barat yang melintang
Matahari menitah angin mengelus helai rambut kalian
Titian yang panjang, sepanjang pertanyaan waktu oleh malam
Daun-daun menjawab dengan lambaian
Kemudian berguguran
Seperti senyum yang tersunging di sudut bibir kalian
Seperti air yang terus mengalir pelan di bawah pijakan
Menyeret belulang daun yang kerontang
Ke anak tangga menara mesjid yang berjendela depalan
Pintu dari awal kalian berjalan dengan kitab di tangan
Menuju kampus kehidupan
Menuju izajah yang ditanda-tangani Penggenggam
Peluang
Rawamangun, Sabtu Siang, 03052008
hakcipta pada asharjunandar