rukunlah sepuluh jariku
rukunlah dengan otak-rasa
yang bersemayam di tempurung kepala
dan barisan sumsum saraf belakangku
yang luruh,
seperti deret foiller
menguap dari balik pori-pori leher
tuhan lama telah bekerja lama
di luar dunia lama kita,
merancang, merakit, menyatukan, membinasakan,
dengan sistim mencipta,
seperti bunda Maria nebula
rukunlah sepuluh jariku
rukunlah dengan denyut-denyut
yang mendengung-jerit di dasar corong telingaku
berhikmatlah kepada penggalian tanah
kelahiran jasad nisan berikutnya
tubuh dada yang menyusui kembali
lengking tangis bayi jiwaku
Rukunlah sepuluh jari,jemariku







