Akan lebih banyak lagi hal yang tak akan pernah tertulis
Di buku itu
Tentang malam-malam yang kau kutuk
Dengan mimpi-mimpi
Tentang siang-siang garang yang menggertak
Fikiranmu
Tentang jalan-jalan yang berliku terjal
Mendaki, melembah
Di dasar ingatanmu
Tentang jemari manis kekasih yang membengkokkan
Cincinnya dengan martil batu
Baris demi baris akan kau susuri dengan bantuan
Jari telunjukmu
Di depan sebuah meja kerja yang keriput kakinya
Di atas kursi kayu yang menderit suaranya
Kacamatamu memisahkan lembar yang membuatmu tertawa
Juga lembar yang tangannya angkuh menarik kerah baju
Airmata
Serasa lampu melupakan jabat tangan sobat lama
Sudikah pemantik yang menyulut rokokmu
Kembali memamerkan lekukan apinya
Akan lebih banyak lagi hal yang tak akan pernah tertulis
Di buku itu
Kau berharap,
Seandainya hari itu, kau tak pernah melewati pagar sekolah
Tapi benarkah hipotesa para ahli
Bahwa si gila, utuh raib segala ingatannya ?
hakcipta pada asharjunandar