<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>blalang_kupukupu</title>
	<atom:link href="http://asharjunandar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asharjunandar.wordpress.com</link>
	<description>Short Time in Heaven</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Nov 2011 13:37:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asharjunandar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>blalang_kupukupu</title>
		<link>http://asharjunandar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asharjunandar.wordpress.com/osd.xml" title="blalang_kupukupu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asharjunandar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hijau Pucuk</title>
		<link>http://asharjunandar.wordpress.com/2010/08/24/hijau-pucuk/</link>
		<comments>http://asharjunandar.wordpress.com/2010/08/24/hijau-pucuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 19:59:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asharjunandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ShorTime In HeaVen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asharjunandar.wordpress.com/?p=898</guid>
		<description><![CDATA[Sesudah usia tak lagi sesegar hijau pucuk Niscaya dia akan lebih tekun diberanda itu Menatap ke pintu pagar yang terbuka, Seperti kaca mata yang dilepaskan perlahan Dan diletakkannya di atas sebuah kitab Pada pagi yang bening seperti jidat bayi merangkak Seseorang pasti akan tersenyum melihatnya Yang belajar menyuapi dirinya sendiri Dengan sendok plastik kecil Yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=898&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesudah usia tak lagi sesegar hijau pucuk Niscaya dia akan lebih tekun diberanda itu  Menatap ke pintu pagar yang terbuka,  Seperti kaca mata yang dilepaskan perlahan  Dan diletakkannya di atas sebuah kitab   Pada pagi yang bening seperti  jidat bayi merangkak  Seseorang pasti akan tersenyum melihatnya  Yang belajar menyuapi dirinya sendiri  Dengan sendok plastik kecil  Yang juga bahan untuk membuat kembang lili  Yang terus mekar di atas meja persegi  Di depan kursi goyangnya.  (Tapi bagaimana kembang ini mekar  Tanpa merangkak dari putik dulu?)  Kepalanyapun bergoyang –goyang tak habis fikir Bagai bandul jam peninggalan Buyutnya,   Bila dulu dia tidak merangkak mendekati si pembuat Kursi goyang itu, tentu orang itu asyik saja  Tanpa menghiraukan sendok kecil yang digapit  Jemarinya,   Dan rasa aroma rotan yang menguap ke udara itu Kini,  membuat kambuh sakit kepala dan asmanya   (Tapi bagaimana kembang ini mekar  Tanpa menebarkan aromanya?)  Si pembuat kursi goyang itu sendiri sempat Terpingkal – pingkal tertawa ketika tiba – tiba  Aroma sedikit beraroma itu dulu  Ternyata berasal dari sela dua kakinya  Yang sekal menggemaskan  “Sekokoh inilah nanti pangkuanmu Sampai – sampai para perempuan  Terlelap di atasnya!”  Dia hanya manggut –manggut  Dengan bubur berserakan dilengkung  Bibirnya, persis seperti sebuah pagi  Yang beningnya sebening pucuk – pucuk  Lili di depan kursi goyang yang didudukinya,  Pada sebuah pagi,   Ketika usia tak lagi sesegar hijau pucuk  Dia ternyata jauh lebih tekun di beranda itu  Menatap ke pintu pagar yang terbuka,  Seperti kaca mata yang dilepaskan perlahan  Dan diletakkannya di atas sebuah kitab  Di atas seonggok pangkuan,  Karena dingin  Yang pula sudah tak tertahankan Belulang,   Seakan –akan: “Sekokoh inilah nanti pangkuanmu Sampai – sampai para perempuan  Terlelap di atasnya!”</p>
<br />Filed under: <a href='http://asharjunandar.wordpress.com/category/tandan-puisi/shortime-in-heaven/'>ShorTime In HeaVen</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asharjunandar.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asharjunandar.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asharjunandar.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asharjunandar.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asharjunandar.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asharjunandar.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asharjunandar.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asharjunandar.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asharjunandar.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asharjunandar.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asharjunandar.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asharjunandar.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asharjunandar.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asharjunandar.wordpress.com/898/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=898&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asharjunandar.wordpress.com/2010/08/24/hijau-pucuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c56af6b86c48d78ef68ceabf2b0fd35?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">asharjunandar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Pengunyah Tembakau</title>
		<link>http://asharjunandar.wordpress.com/2010/08/21/sang-pengunyah-tembakau/</link>
		<comments>http://asharjunandar.wordpress.com/2010/08/21/sang-pengunyah-tembakau/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 15:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asharjunandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ShorTime In HeaVen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asharjunandar.wordpress.com/?p=895</guid>
		<description><![CDATA[Patutlah dia bertahniah kepada pelaut tua itu, yang dalam kesepian laut dan segala bentuk lekuk ombaknya dan misterinya, diapun yang suatu ketika, yang hanya burung hering yang mengetahui waktunya, dengan tanda tanya yang dia bawa ke dalam peti matinya, menuliskan sepucuk surat kepadanya: “Kepada Saudaraku, Karena aku sudah lebih dulu mencicipi suatu rasa Yang diharamkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=895&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Patutlah dia bertahniah kepada pelaut tua itu,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> yang dalam kesepian laut dan segala bentuk lekuk ombaknya </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">dan misterinya, diapun yang suatu ketika, yang hanya burung hering </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">yang mengetahui waktunya, dengan tanda tanya yang dia bawa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">ke dalam peti matinya, menuliskan sepucuk surat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">kepadanya: </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">“Kepada Saudaraku, </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Karena aku sudah lebih dulu mencicipi suatu rasa </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Yang diharamkan dogma manusia, dengan rahasia kutuliskan </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Sisa – sisa aroma yang tertinggal di dalam benakku, </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Ketika aku sudah tersadar, benar – benar tersadar </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Dan kembali kepada duniaku, yang sendiri </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Dan terombang – ambing dalam perjalanan menuju </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Benuamu, yang jauh, di suatu daratan </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Ketika aku tersesat dan terdampar karena sauh </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Yang dicompang – campingkan topan, </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Di suatu senja yang mungkin hanya tersaji di surga</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Mereka menggotongnya dengan langkah damai </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Mengarah kepadaku, tanpa basa – basi ala kita, </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Manusia yang sudah merasa bermartabat dengan </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Kemanusiaannya, mengaruniakan dara perawan itu </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Kepadaku, dengan isyarat mereka, kumengerti akhirnya</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Setelah dia rebah, dan menaburkan aromanya di sekitar </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Penciumanku, yang keparat….</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Seakan – akan dia berseru lewat matanya yang sayu </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Dan mengundang, setubuhilah Aku diawali suatu </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Proses pemamahan lidah api yang merah seperti darahmu, </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Kemudian akan kau rasakan gulatan dan geliatku</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Menyatu dengan darahmu, yang hidup sampai kau </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Melupakan ubun – ubunmu, dan yang melahirkanmu </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Dan segala yang kau bawa, dalam pengembaraanmu </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Kau serahkan kepadaku”</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Begitulah, kudapati  diriku, di suatu pagi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Dengan jemari bergetar, menuliskan kalimat ini kepadamu </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Mungkin terlalu singkat, dan aku sungguh tak tahu, hendak kupanggil </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Siapa Dara dengan wajah kemerah – merahan, seperti nyala api </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Yang menghabiskan nafasnya dalam ingatanku itu, tapi </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Kurasakan darahku berdesir kencang, ketika kutemukan suatu nama </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Yang paling tepat untuk mengenangnya dan menyampaikan kepadamu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Dalam suratku, yang mungkin akan usang, dan kau lupakan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Setelah tahu rasanya, sebagaimana aku, pelaut tua, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Yang pula renta karena apa yang senantiasa hidup dan mengembara dalam </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Kepala kita, “</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Patutlah dia bertahniah kepada pelaut tua itu,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> yang dalam kesepian laut dan segala bentuk lekuk ombaknya </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">dan misterinya, diapun yang suatu ketika, yang hanya burung hering </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">yang mengetahui waktunya, dengan tanda tanya yang dia bawa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">ke dalam peti matinya, suatu ketika, sebelum dia tahu rasa sesungguhnya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">menghitung dengan jari, berapa kali mengunyahnya, berapa kali </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">dia sudah terkunyah olehnya, olehnya.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://asharjunandar.wordpress.com/category/tandan-puisi/shortime-in-heaven/'>ShorTime In HeaVen</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asharjunandar.wordpress.com/895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asharjunandar.wordpress.com/895/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asharjunandar.wordpress.com/895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asharjunandar.wordpress.com/895/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asharjunandar.wordpress.com/895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asharjunandar.wordpress.com/895/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asharjunandar.wordpress.com/895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asharjunandar.wordpress.com/895/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asharjunandar.wordpress.com/895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asharjunandar.wordpress.com/895/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asharjunandar.wordpress.com/895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asharjunandar.wordpress.com/895/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asharjunandar.wordpress.com/895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asharjunandar.wordpress.com/895/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=895&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asharjunandar.wordpress.com/2010/08/21/sang-pengunyah-tembakau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c56af6b86c48d78ef68ceabf2b0fd35?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">asharjunandar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Kepada Diri Sendiri, 1</title>
		<link>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/07/23/surat-kepada-diri-sendiri-1/</link>
		<comments>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/07/23/surat-kepada-diri-sendiri-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 02:26:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asharjunandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ShorTime In HeaVen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asharjunandar.wordpress.com/?p=893</guid>
		<description><![CDATA[Bila kemudian, gumpal goresan ini yang mengiris segalanya, dan segala yang terbatun di dadamu seperti gelepar daun aru di semak batu, aku juga luruh. Kau tahu lidah putri malu di ambang senja yang meradang, begitu kejam mengiris-iris merah hati kita sampai darah tercerai dari tetesan, seperti kenangan kepada ingatan. Maka aku pergi menyusup ke dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=893&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ffffff;">Bila kemudian, gumpal goresan ini</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">yang mengiris segalanya, dan segala yang terbatun</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">di dadamu seperti gelepar daun aru</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">di semak batu, aku juga luruh. Kau tahu lidah</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">putri malu di ambang senja yang meradang,</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">begitu kejam mengiris-iris merah hati kita</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">sampai darah tercerai dari tetesan, seperti</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">kenangan kepada ingatan.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Maka aku pergi menyusup ke dalam sunyi</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">yang lebih gelap, ke dasar desir yang lebih</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">liat dan lindap. Juga yang mendenyutkan nadiku</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">yang rentan, dan jiwa, padang manakah yang paling</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">rimbun dari mereka? Bahkan tidak juga masing-</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">masing dari benua denyut kita. Entah, jika dengan ini surga</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">berkenan meluaskan pintunya, atau bila</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">juga kulewatkan surat ini, kutahu saat,</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">orang-orang yang kita kenal baik setengah</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">kenal kita juga, atau yang hanya menaruh</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">iba pada kisah hijau kita karena mereka bertelinga</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">dan telah berlalu cerita: kisah pengembara</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">yang ditinggalkan kereta malam di stasiun mimpinya.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Manusia begitu naif jika dinamai pendurhaka,</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">maka kutulis juga surat ini, di antara berat</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">air mata yang tetap kujaga di rongganya. Di antara</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">terang, temaram dan gelap yang purba,</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">hanyalah riak yang ingin kusimak,</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">risik-risik kecil masa benih kita yang jatuh</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">bagai rintik hujan, ketika mereka berkejaran di antara</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">langkah dan peron kereta, dan jeritan yang berulang</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">ulang; gema yang memanggil-manggil nama kita</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">dari balik kaca. Yang berdiri dan yang bersembunyi</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">di balik dinding batu. Layaknya barisan duri</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">di selintang tungkai dahan putri malu,</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">ketika kertas itu kau lipat, dan yang lekas</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">terkemas kembali adalah tumpukan baju</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">di balik pintu</span>.</p>
<br />Posted in ShorTime In HeaVen  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asharjunandar.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asharjunandar.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asharjunandar.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asharjunandar.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asharjunandar.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asharjunandar.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asharjunandar.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asharjunandar.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asharjunandar.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asharjunandar.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asharjunandar.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asharjunandar.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asharjunandar.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asharjunandar.wordpress.com/893/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=893&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/07/23/surat-kepada-diri-sendiri-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c56af6b86c48d78ef68ceabf2b0fd35?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">asharjunandar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lama..lama&#8230;lama, tapi kembali</title>
		<link>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/07/23/lama-lama-lama-tapi-kembali/</link>
		<comments>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/07/23/lama-lama-lama-tapi-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 02:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asharjunandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mr.Blalang In Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asharjunandar.wordpress.com/?p=891</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya, blalang sudah lama banget tidak menyentuh blog ini lagi, tapi entah kerinduan apa yang datang mengundang, di tempat kerja, saat yang lainnya pada sibuk sendiri dengan aktivitasnya, blalang, ingin kembali menanam sajak di blog ini, hiks&#8230;., beberapa nama telah hilang, facebook memang asik, hirup pikuk dengan bla bla bla fenomenanya, tapi, blalang rasa, ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=891&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ffffff;">Rasanya, blalang sudah lama banget tidak menyentuh blog ini lagi, tapi entah kerinduan apa yang datang mengundang, di tempat kerja, saat yang lainnya pada sibuk sendiri dengan aktivitasnya, blalang, ingin kembali menanam sajak di blog ini, hiks&#8230;., beberapa nama telah hilang, facebook memang asik, hirup pikuk dengan bla bla bla fenomenanya, tapi, blalang rasa, ada keasyikan tersendiri untuk kembali ke secarik halaman bolg. </span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">seperti pulang kembali ke ruang kamar sendiri yang temaram, mungkin sejenak diam, merenung, atau hanya sekedar menghela nafas, untuk kembali tenang&#8230;.</span></p>
<br />Posted in Mr.Blalang In Diary  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asharjunandar.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asharjunandar.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asharjunandar.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asharjunandar.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asharjunandar.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asharjunandar.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asharjunandar.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asharjunandar.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asharjunandar.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asharjunandar.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asharjunandar.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asharjunandar.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asharjunandar.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asharjunandar.wordpress.com/891/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=891&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/07/23/lama-lama-lama-tapi-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c56af6b86c48d78ef68ceabf2b0fd35?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">asharjunandar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Radu Negru</title>
		<link>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/05/08/radu-negru/</link>
		<comments>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/05/08/radu-negru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 07:50:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asharjunandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ShorTime In HeaVen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asharjunandar.wordpress.com/2009/05/08/radu-negru/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah cincin-cincin rantai terurai. Kemudian putus. Dan wajah menyeringai di balik topeng: Segelar upacara bulan. Diam-diam, kau tanggalkan lepah kayu. Dan menuruni gunung. Suara siapa yang sayup-sayup terdengar? Di balik lapis tembok tinggi retak. Hilir pemakaman. Dalam lapar sangar, di lorong-lorong tikus angin terkapar. Siapa lagi yang mengejutkanmu dengan dering kunci? Dan perlahan mengelus pintu? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=890&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah cincin-cincin rantai terurai.<br />
Kemudian putus. Dan wajah<br />
menyeringai di balik topeng:<br />
Segelar upacara bulan. Diam-diam, kau<br />
tanggalkan lepah kayu. Dan menuruni<br />
gunung. Suara siapa yang sayup-sayup<br />
terdengar? Di balik lapis tembok tinggi retak.</p>
<p>Hilir pemakaman.</p>
<p>Dalam lapar sangar, di lorong-lorong tikus<br />
angin terkapar. Siapa lagi yang mengejutkanmu<br />
dengan dering kunci?<br />
Dan perlahan mengelus pintu?</p>
<p>Panas utara yang mengukus tirai jendela.<br />
Jendela kaca. Dan jari awan yang mencengkram.<br />
Gelap. Sumur tua, dalam muak,<br />
rapat-rapat menyumbat lubang hidungnya.</p>
<p>Inilah kota tanpa tuan. Gerbang<br />
yang patah. Dan jalanan yang dikepung<br />
semak ilalang. Persimpangan, masihkah<br />
kau peram perempuan dan bocah<br />
dalam kain gendongan, yang dua-duanya<br />
kau kecup keningnya, dalam haru?</p>
<p>Dalam buntalan air mata, di pekarangan<br />
belakang. Akasiakah yang hendak masih<br />
kau tanam? Dan sepasang ayunan kayu<br />
di dekat sudut barat pagar bunga?</p>
<p>Di hadapan meja dapur itu, selain termangu,<br />
apa lagi yang ngiang di dinding kapur. Bilapun kau<br />
dengar desis miris selinting tembakau.</p>
<p>Inilah kota yang tak bertuan. Dimana rindu ibu<br />
berkhianat kepada pelukan.</p>
<p>Meskipun tawamu putih. Walaupun<br />
senyummu lirih. Biarpun tangismu<br />
perih. Dipilin angin. Di sini.<br />
Lilinlah yang selalu mengabarkan<br />
dingin. Dingin dinding. Merinding.</p>
<br />Posted in ShorTime In HeaVen  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asharjunandar.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asharjunandar.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asharjunandar.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asharjunandar.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asharjunandar.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asharjunandar.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asharjunandar.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asharjunandar.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asharjunandar.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asharjunandar.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asharjunandar.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asharjunandar.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asharjunandar.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asharjunandar.wordpress.com/890/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=890&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/05/08/radu-negru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c56af6b86c48d78ef68ceabf2b0fd35?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">asharjunandar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anekdot Albuginea</title>
		<link>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/29/anekdot-albuginea/</link>
		<comments>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/29/anekdot-albuginea/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 02:35:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asharjunandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ShorTime In HeaVen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asharjunandar.wordpress.com/?p=888</guid>
		<description><![CDATA[Sekeluar surau ini, kukira. Di sanalah pasar teringar kita, pada tapal sandal yang hendak lekang. Pada tali jepitan yang mulai renggang: Apa yang tumpas atas ampas debu? Hilir mudik seseorang yang berdiri. Berujar: “Di mimbar, di mimbar….” Dan sila kita menghadap ambal: Putih yang putih sebagaimana putih. Tetaplah putih: Dinding dingin yang putih: Selepuh siar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=888&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ffffff;">Sekeluar surau ini, kukira. Di sanalah pasar teringar kita,  pada tapal sandal yang hendak lekang. Pada tali jepitan yang mulai renggang: Apa yang tumpas atas ampas debu?  Hilir mudik seseorang yang berdiri. Berujar:  “Di mimbar, di mimbar….”  Dan sila kita menghadap ambal:  Putih yang putih sebagaimana putih. Tetaplah putih: Dinding dingin yang putih:  Selepuh siar sabit ubun-ubun  surau ini.   Kukira di antara kita yang membeli pulut doa, lalu tungkai kaki ditimang-timang timbangan sandal bebal ini,  yang paling riuh hanyalah  desah yang lenguh  di sela mayat daun bergelimpangan. Dalam cengap ceri matang  : Camar buta meracik sarang di celah patahan dahan untuk anaknya.   Pada gigir trotoar yang selumit liur,  masih basah selinting hujan  di pangkal paha. Dihijau kuduk  perdu, angin masbuk akan terus membubus debu. Selecut mimik  di luar pagar surau subuh ini, kukira mengurapi kurus tengkuk kita yang tandus.    Yang kita duga: Kudus.   Parau. Suara. Mengigau igau.  Di luar pagar surau  subuh  ini.</span></p>
<br />Posted in ShorTime In HeaVen  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asharjunandar.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asharjunandar.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asharjunandar.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asharjunandar.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asharjunandar.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asharjunandar.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asharjunandar.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asharjunandar.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asharjunandar.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asharjunandar.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asharjunandar.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asharjunandar.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asharjunandar.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asharjunandar.wordpress.com/888/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=888&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/29/anekdot-albuginea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c56af6b86c48d78ef68ceabf2b0fd35?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">asharjunandar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Datos, Kapal Sutera</title>
		<link>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/21/datos-kapal-sutera/</link>
		<comments>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/21/datos-kapal-sutera/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 10:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asharjunandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ShorTime In HeaVen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asharjunandar.wordpress.com/?p=882</guid>
		<description><![CDATA[Sebab yang selamanya mengerling adalah malam, dan kau pada bingkai tetaplah Kau yang termangu warta warna: Selingkar lukisan kalung bermata rubi Benua Barat. Ya, kusandarkan kapal di celah dermaga. Dan segulung sutera di hampar liat cermin basah: Adakah lagi gelisah yang lebih rekah antara redup, dan desah yang menyusup hidup ? Sebab yang selamanya retak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=882&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">Sebab yang selamanya mengerling </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">adalah malam, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">dan kau pada bingkai tetaplah Kau </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">yang termangu warta warna:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">Selingkar lukisan kalung bermata rubi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">Benua Barat. Ya, kusandarkan kapal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">di celah dermaga. Dan segulung sutera</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">di hampar liat cermin basah: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">Adakah lagi gelisah yang lebih rekah </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">antara redup,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">dan desah yang menyusup hidup ?</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">Sebab yang selamanya retak </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">adalah malam. Digiring panah aku berburu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">Dan busur yang meregangi tubuhku </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">Di matamu yang ombak, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">tengah merumput rusa belia itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">pada tindik jendela. Kamar sekubik geladak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">Kau tahu yang kau ingat sudah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">Selain desau keringat ,tak ada lagi </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">kemarau gerabah</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">Sebab yang selamanya mengerling</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">dalam gigil<span> </span>fajar memanggil </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">kemudian terguling, adalah malam berarak:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">Ringking peluit menarik jangkar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">Merangkak kapal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">melayati lautan lahad gelap. Dalam bulan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">retak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">pada lajur-lajur angka, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">yang juga tak bertapal. Matamu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:white;">yang ombak</span></p>
<br />Posted in ShorTime In HeaVen  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asharjunandar.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asharjunandar.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asharjunandar.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asharjunandar.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asharjunandar.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asharjunandar.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asharjunandar.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asharjunandar.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asharjunandar.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asharjunandar.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asharjunandar.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asharjunandar.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asharjunandar.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asharjunandar.wordpress.com/882/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=882&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/21/datos-kapal-sutera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c56af6b86c48d78ef68ceabf2b0fd35?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">asharjunandar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenangan Pada Seonggok Pendar Kunang-Kunang</title>
		<link>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/17/kenangan-pada-seonggok-pendar-kunang-kunang/</link>
		<comments>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/17/kenangan-pada-seonggok-pendar-kunang-kunang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 03:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asharjunandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ShorTime In HeaVen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asharjunandar.wordpress.com/?p=876</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang rajim yang bergerombol atau sendiri-sendiri, yang mengacak malam karena melatai rawa likat dirinya; yang termangu bengkarung di punggung batu menakar laut seberang yang mulai memilin ujung pantai sumsum benua dadanya; yang bergegas menanak beras basah di belanga mentah; yang menancapkan pancang tenda menerka pendar unggun itu menyebar atau belum sampai ke lembah pemakaman. Seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=876&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Orang-orang rajim yang bergerombol atau sendiri-sendiri, yang mengacak malam karena melatai rawa likat dirinya; yang termangu bengkarung di punggung <span class="yshortcuts">batu</span> menakar laut seberang yang mulai memilin ujung pantai sumsum benua dadanya; yang bergegas menanak beras basah di belanga mentah; yang menancapkan pancang tenda menerka pendar unggun itu menyebar atau belum sampai ke lembah pemakaman. Seperti angin basil menuba udara, dari belukar semak aku mencuat perlahan sewajar tenggelam bulan. Kurasa mereka merasakan selintang bintang sedang turun berkenan, menciut dan bertambah ringan. Kurasa mereka terpukau pada tarian spiralku, makin tinggi mengerucut ikan, sekonyong-konyong menukik kemudi. Seperti manuver albatros, pendar tubuhku, di zona horizon kosong mereka, terbatun. Kurasa mereka menyigi rima ritualku yang benderang terkadang, tiba-tiba redup bahkan padam seperti tubuh yang hilang. Namun anginlah yang tengah menyamar udara yang paling lihai mengendus jejak, yang tak pernah setia bahkan dalam gelap, kurasa mereka menjadi kawanan anak serigala lapar dalam sarang induknya yang belum pulang. Taring mereka akan mengait dan mencabikku hidup-hidup. Di luar, gelap yang getah mengantukkan mereka dalam pori-pori uap, sedang pendarku mengenyangkan yang terpendam dalam likat rawa. Hai orang-orang rajim yang bergerombol atau sendiri-sendiri, betapa akut terang ini ingin mengunyahku, seawan bulu-bulu hitam kalian yang diam rebah, yang legam pasrah, yang malam kalah. Di sanalah, gelombang membiakkan nisan. </span></span></p>
<br />Posted in ShorTime In HeaVen  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asharjunandar.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asharjunandar.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asharjunandar.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asharjunandar.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asharjunandar.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asharjunandar.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asharjunandar.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asharjunandar.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asharjunandar.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asharjunandar.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asharjunandar.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asharjunandar.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asharjunandar.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asharjunandar.wordpress.com/876/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=876&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/17/kenangan-pada-seonggok-pendar-kunang-kunang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c56af6b86c48d78ef68ceabf2b0fd35?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">asharjunandar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenangan Pada Segelondong Kepompong</title>
		<link>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/08/kenangan-pada-sekantung-kepompong/</link>
		<comments>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/08/kenangan-pada-sekantung-kepompong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 03:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asharjunandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ShorTime In HeaVen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asharjunandar.wordpress.com/?p=872</guid>
		<description><![CDATA[Seperti kado ulang tahun bocah, aku telah dibungkus rapat guratan pita ungu: Savonarola, oh tahniah yang indah! Bagi kaki yang mulai tegak dari rangkak, aku tergelantung nyaris di pucuk puncak, dan lantai marmer datar, hai tulang dahan: curam menikuk tajam. Kapas nian hampar padang pada seutas plasenta aku terkenang. Yang menghasutku adalah musim menyusui keriputku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=872&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:#ffffff;">S</span><span style="color:#ffffff;"><span style="color:#ffffff;">eperti kado ulang tahun bocah, aku telah dibungkus rapat guratan pita ungu: Savonarola, oh tahniah yang indah! Bagi kaki yang mulai tegak dari rangkak, aku tergelantung nyaris </span>di pucuk puncak, dan lantai marmer datar, hai tulang dahan: curam menikuk tajam. Kapas nian hampar padang pada seutas plasenta aku terkenang. Yang menghasutku adalah musim menyusui keriputku yang lekang: Putuskanlah! Putuskan dalam melata pengembaraan. Kuingat, ke pucuk aku telah merayap. Dalam rekat lengang punggungku menguncup sepasang sayap. Akan mekar, niscaya mekar bak bisik yang menyentil bulu mata si bocah saat guratan pita ungu mulai diuraikan, siapa yang menjelaskan rumpun warnaku, betinakah atau jantan? Oh hampar arus yang melanglang ceruk semak bulu hidungku, risik lendir angin hanya memang: Riak-riak kala yang rembang terpanggang.</span></span></p>
<br />Posted in ShorTime In HeaVen  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asharjunandar.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asharjunandar.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asharjunandar.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asharjunandar.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asharjunandar.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asharjunandar.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asharjunandar.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asharjunandar.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asharjunandar.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asharjunandar.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asharjunandar.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asharjunandar.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asharjunandar.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asharjunandar.wordpress.com/872/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=872&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/08/kenangan-pada-sekantung-kepompong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c56af6b86c48d78ef68ceabf2b0fd35?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">asharjunandar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenangan Pada Seekor Kijang Betina</title>
		<link>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/07/kenangan-pada-seekor-kijang-betina/</link>
		<comments>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/07/kenangan-pada-seekor-kijang-betina/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 02:01:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asharjunandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ShorTime In HeaVen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asharjunandar.wordpress.com/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[Dari pintu depan ke pintu yang terbuka, dalam tiap jengkal ayunan langkah, diam-diam jeda persidangan, yang buru-buru dikunci pintu ke pintu belakang. Udara padat dan aroma keringat, dari ranjang ke ranjang panggangan dan sahutan loceng yang hingar api di minggu basah, kini akulah yang paling diburu ujung panah gelisah dalam rebah. Anggun gemulai pijakanku paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=869&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><br />
<span style="color:#ffffff;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dari pintu depan ke pintu yang terbuka, dalam tiap jengkal ayunan langkah, diam-diam jeda persidangan, yang buru-buru dikunci pintu ke pintu belakang. Udara padat dan aroma keringat, dari ranjang ke ranjang panggangan dan sahutan loceng yang hingar api di minggu basah, kini akulah yang paling diburu ujung panah gelisah dalam rebah. Anggun gemulai pijakanku paling rekah, terpancar mata kaki Aphrodite masih terpejam, bagai kijang aku diintai dan dikepung. Tanduk yang bercabang menjulang. Liat daging matang menantang, dari busur melesat anak panah dada mereka yang terguncang-guncang raungan lonceng parau di minggu basah. Kabar musim gugur mengguyur ranting belumlah terdengar pucuk rerumputan. Dan aku dalam kawanan malam: Delapan belas piala kabisat yang tinggi-tinggi diacungkan. </span></span></p>
<br />Posted in ShorTime In HeaVen  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asharjunandar.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asharjunandar.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asharjunandar.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asharjunandar.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asharjunandar.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asharjunandar.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asharjunandar.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asharjunandar.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asharjunandar.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asharjunandar.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asharjunandar.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asharjunandar.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asharjunandar.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asharjunandar.wordpress.com/869/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asharjunandar.wordpress.com&amp;blog=2218952&amp;post=869&amp;subd=asharjunandar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asharjunandar.wordpress.com/2009/04/07/kenangan-pada-seekor-kijang-betina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c56af6b86c48d78ef68ceabf2b0fd35?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">asharjunandar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
