I am ?
Ashar Junandar, Lahir di Kota kecil “Padang Sidempuan” yang dikelilingi punggawa Bukit Barisan, Sumatera Utara. Menginjakkan kaki di Jawa, tepatnya di Kota Bandung Paris Van Java sejak 2001, dan setelah lulus dari Perguruan Statistika UNPAD, dia kini hingga di ranting pohon Jakarta.
Candu Puisi sejak kelas 5 SD, Kini jiwanya lebih menikmati zikirzikirsajak. Sambil berkelana di padang rumput, Dipanggilnya dia, blalang_kupukukupu.
Berawal dari sebuah “nickname-iseng” sewaktu keranjingan chating ketika terbang kian kemari mencari penghidupan.
Siapa saja akan jadi temannya. Dan begitu senangnya dia mengajak anda berkelana di padang – padang ilalang puisinya.
Bagi yang ingin mengunjungi dapurnya, dia di : blalang_kupukupu@yahoo.com
Blog ini adalah kanvas lukisan dari segala perenungannya, yang suka berloncat-loncatan dan terbang kemari kian, menjelajahi segala alam padang ilalang, telaga, sungai, bebatuan, dan apapun itu, sekaligus pengeraman kepompong sajaknya sebelum menjadi kepak-kepak sayap kupu-kupu puisi-nya.
Doakan saja:)
Januari 23, 2008 pada 4:34 am
salam kenal
Januari 24, 2008 pada 8:20 am
salam kenal jga daengrusle
Februari 18, 2008 pada 1:34 pm
salam kenal dari saya
Februari 20, 2008 pada 1:45 am
ato djoko :
salam kenal bung djoko
Juli 6, 2008 pada 1:16 am
kapan pulang sidmpuan
Juli 9, 2008 pada 1:33 pm
Halooo blalang………blogku yang lengkap di multiply. Habis aku udah lama yang di wordpress gak aku tengok-tengok.Thanks mau sharing
Juli 11, 2008 pada 2:44 pm
Sekarang aku mau terus terang: Pertama ikutan milis sastra, aku sebel banget, kok yang masuk blalang terus? Banyak sekali, sampe bosen and sebel. Tapi lama-lama kubaca juga satu satu. Eh, kok bagus juga? Lama-lama ya aku jadi tertarik dan terinspirasi nulis puisi. Tadinya hanya cerpen, dan sempat menang novelet bulan Mei lalu. Sekarang….senangnya ya nulis puisi dan melanjutkan novelet lainnya! Eh, panjang kali komentarnya?
Juli 20, 2008 pada 4:24 am
salam kenal…………
dunia kata ini teramat kaya dan tak pernah akan berhenti ya………..
subhanallah………….
Juli 31, 2008 pada 5:32 am
hi blalang. thanks commentnya. pantesan jago puisi, orang sumatra sihh
)
hehehe..puisiku warna-warni, seperti meniup balon2 air..bubbles…whussshh..terbang..terbang.
ke gelap ke terang ke mana-mana. seperti kakimu itu, yang dibawa sayap kesini..kesana.
*salam kata-kata*
Juli 31, 2008 pada 9:34 am
to malaikat kecil: hehe emang ada hubungan orang sumatera dengan menulis puisi??? hihii sepertinya perlu dilakukan survei tuh boss…
Juli 31, 2008 pada 9:54 am
kalo bagiku sih ada hubungannya. temen2ku yang orang Sumatra pada jago2 bersyair semua (you guys have that “poetic tradition’ in saying things). Dulunya kupikir cuma orang Sumatra Barat aja, ee ternyata dari seantero Sumatra, meski tidak berlabel ‘penyair’ atau pun gak pernah buat puisi yakni temen2ku yang dari Sumatra, pada indah2 kalo nulis.
Iya ya, perlu ada survei ya bro hihihihihi..
Agustus 1, 2008 pada 1:39 am
to MAlaikat Kecil: Hehehe, bisa aja si boss ini, tetapi klo mo ngupas tradisi kepenyairan dikaitkan dengan geokrapis asal penyair, kayaknya Om Hudan mungkin berminat deh buat melakukan penelitian broo.. hehehe
Coba aja japri ke emailnya beliau, usulin boss
Agustus 25, 2008 pada 10:09 pm
wah si budi hatees pun udah martandang ke mari dari lampung sana rupanya!!!
sipirok padang sidempuan
hatiku hanyut di batang toruan
tercecer di candi portibi
antara padang lawas gunung tua
aii…
Agustus 26, 2008 pada 1:45 am
to saut sayang: hehehe, biarpun batak hita, marpantun tetap do abang jago na…hehehe
thank u lah bang, dah mau mampir….