RUMAH

Kita akan atau sedang berlayar
di lautan maha mesta
Maha dalam, maha bisu, maha prahara,
sayang, Kecupmu. Sebimbang angin
Tidak !, bantahku mengepal
Tidak perlu kapal
Di mana-mana. Di mana-mana. Itu
Di mana-mana. Itu rumah kita
Lihat ! halaman yang belum bertudung pagar
Tidak ada mekar bunga. Cuma semak
Dan malam. Berhabitat jankrik
Menggema suara-suara jingkrak
Di ruang tamu. Tak ada kursi
Dan meja. Melompong sesunyi rahimmu
Tapi bersarang darah. Dari maria.
Yang mengingatkan manusia pada Isa
Di ruang makan. Tak ada gelas dan piring
Tapi kita makankan dengan tangan
Dan air yang kita reguk.
Bukankah dengan liukan mungil ciuman ?
Di dapur. Tidak ada kompor. Minyak tanah
Dan pemantik api.
Untuk apa. Dapur adalah segala gudang kehidupan
Dan lututku. Dan dadamu. Sudah berlajar berjalan
Anak-anak kita.
Dan kamar? Tidak ada kelambu dan ranjang
Iya. Cukup kita saling peluk-pagut
Di pucuk ruangKita tidak kalah, sayang
Oleh lautan maha mestamu. Maha dalam.
Maha bisu. Maha praharamu
Ini rumah kita, sayang
Rumah sederhana. Beratap cinta
Bertuhan, alakadarnya

hak cipta pada asharjunandar

Iklan

Satu Tanggapan to “RUMAH”

  1. sheila roisyah Says:

    Puisi yg bgs bg. Semoga sehat selalu supaya trs bs berkarya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: