BAYANG

Bayang adalah aliran selokan jernih kemarau di pasca panen padi keruh
Makarani kaki-kaki bocoh-bocah mengucak-ucaknya
Mendurung-durung liur ekor kecebong kala paruh gerah berkicau
Mereka
Telanjang kaki
Telanjang dada
Lupa hitung baca di derit-derit pintu kelas purba
Derit dalam simbah luka letih bersuara
Selokan tetaplah keruh. Alu air liat menumbuk-numbuk
daging-daging tubuh
danging-daging ilmu
dan
daging-daging sel amuba mereka

 Bayang adalah colak, lipstik dan bedak yang dibubuhi perawan belasan
ke raut romannya di depan kaca kala
Berjubah pelangi dibiaskan suryakanta cahaya ke muka
Kemudian sedikit mengusap kulit malu mengadu pada kaca:
“Oh, betapa aku cantiknya. Betapa gairah, kerling mata jari-jari penari pulau dewata”
Kaca. Retaklah kaca
Cantik. Gairah dan indah adalah rahasia yang dirahasiakan uban-uban rahasia
pada kulit retina kepala

Bayang adalah cinta yang dilukiskan kuas bambu pada suluh-suluh rindu-dendam Odessya. Lalu bajak laut Caligula, Al-Farauk, Daendels dan Bush merompah ditengah lautan goresan-goresan
Teropong manusia di ujung pulau karang menyebutnya:
Kisah. Setuba legenda

Rawamangun, 15122007
Dari sebuah kamar: antara Titik dan Koma

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: