Mata Pertama yang Pemalu

Mata pertama adalah runut nafas naik-turun
bergayut pemahat kisah di liat basah gelisah
yang sedikit rukun
Semesta batu-batu bercerita tentang matematika
Semilyar patung. Malam itu menghadap kaca
Oh, penciptaku siapa ?
Tuhan mencari kesendirian-Nya di patung-patung itu,
Kataku
Lihatlah, bagaimana mereka mampu
Berabad-abad duduk, berdiri, bersila atau telungkup
Dan telanjang tanpa baju malu
Tuhan tidak perlu pakai baju, sanggahmu
Tapi kesombongan adalah selendang-Nya yang lain
di antara patung-patung selendang yang tidak pernah terhitung
imajinasi Matemamatika, tambahku
Tapi tuhan tidak perlu pakai baju, sanggahmu
Iya, tuhan memang tidak perlu pakai baju
Kepada siapa dia harus malu ?
Toh, Dia juga adalah matematika yang tidak butuh angka
Atau logika
Lalu bagaimana dengan patung di etalase matamu ?

hakcipta pada asharjunandar

nb: ini merupakan salah satu hasil revisi

dari sajak di antologi kaki-kaki angin:)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: