Kau Adalah Titik Nadir Kesunyian

Di badan lautan rimba raya
Di satu malam yang paling malam
Kala langit terpejam
Dan milyaran ton atom-atom hujan
menggempurnya
Dengan ringkikan kuda-kuda
Halilintar putih perkasa
Sekonyong-konyong telingamu tersandung
Dan matanya menoleh ke arah gerombolan
Para kesatria
Lutut daunmu bergetar
Sebelum belulang ranting membungkukkan
Punggung
Menyerembabkan wajah ke tanah
Hitam merah
Begitu perkasa para kesatria itu
Sampai-sampai kau lupakan namamu
Ketika mereka bertanya: Siapa engkau ?
Kaupun bertanya lirih pada bulu kudumu
Siapakah aku ?
Tak membiarkan detik menunggu
Para kesatira berkuda itu
Berlalu
Dan kau terus menyeruduk bumi
Yang merah
Yang bergerak senantiasa
Dalam diamnya yang juga perkasa
Seakan segala diam membandang
Di gendang telinga
Serupa derap-derap langkah kuda-kuda
Para kesatria
Yang menjauh, menjauh, dan terus menjauh
Menganakkan dahak riuh tawa
Di ruang tubuhmu yang terus mengaga
Berguguran
Siapakah aku ? Siapakah aku ?

Dari sebuah Kamar: antara Titik dan Koma
Selasa, 31122007, Rawamangun

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: