Perempuan Cadel Penggali Sumur Airmata Yesus

::mba Mona, kristiani yang teguh dan ramah embun
Menyejukkan rerumputan hati

Dia perempuan cadel dan siang
Datang ke kantor selalu menjelang makan siang
Tidak pernah patuh. Kepada jam
Tangannya yang putih tak mau diikat gelang jam
“Aku selalu kelelahan di kamar kosan” katanya
“Aku menggali sumur dimana-mana
Di depan komputer kantor. Di kursi-kursi busway
Di meja kerja. Dan di Microsoft power point
Aku menggali sumur koin-koin.”
Ya. Dia perempuan koin cadel dan siang
Sepertiga sore yang melamun. Tiba-tiba menghampiriku
Dikursi kerja yang sudah pipih badannya diperkosa pantatku
Dari senin sampai sabtu: sesekali minggu
Tapi dia tidak menggali sumur di hari minggu
“Aku harus ketemu dan menyaksikan penyaliban Yesus
Di gereja” katanya
” Tapi mereka juga menggali-gali sumur di gereja
Di kursi-kursi panjang yang berjejer sepi
Dan diam. Di misa akhir kalender tahun ini
Misaku adalah tiap minggu Maka aku berdandan Maria Magdalena
Yesus tak boleh tahu kalau aku penggali sumur
Bertaburan dimana-mana. Juga di gereja”
Setelah dekat: Setengah berbisik (takut penggali sumur lain tahu)
Atau sumur juga sudah dilengkapi telinga penyadap suara?
Berlumpur binar-binar mata. Dia berkata:
“Shar, mulai minggu depan
aku juga sudah bisa menggali Sumur di hari minggu
Tapi tidak di gereja
Aku menggali sumur di ladang mata Yesus
yang kata mereka
sudah kering dan tua
Airmata-Nya kan mual-mual dunia?”
Dari sebuah Kamar: antara Titik dan Koma
Selasa, 31122007, Rawamangun

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: