Andai Saja Negara Ini Bernafas Di “Ruang Rindu”-nya Letto

Andai saja negara ini bernafas di ruang rindu-nya letto
Tentulah orang-orang yang berkerumunan
Mendatangi pasar-pasar mesjid, gereja, vihara dan pura,
Membawa pulang oleh-oleh cinta kemanusiaan
Ke rumahnya
Yang berlantai, pintu, jendela dan pagar sederhana

Ya, cukup di hiasi sepetak batu pualam bernomor sisa usia
Dan rindang pohon kamboja

Andai saja tubuh negara ini membuka baju di ruang rindu-nya letto
Kala kemarau tiba
Tentulah orang-orang yang mencaci dalam bungkam
Jadi melagukan syukur Emha Ainun Majid kepada tuhan
Dan mereka dalam hening menyimak embun wejangan-wejangan
Romo Mangun yang turun saat pagi menggulung malam
Menyejukkan rerumputan dan belalang

Andai saja mata negara ini memakai kacamata di ruang rindu-nya letto
Maka akan tampak segala kuman sipilis yang bersembunyi di balon kondom
Dan para orang tua pada anak-anaknya dengan asyik menceritakan
“Siti Nurbaya yang bukan lagi dikungkung adat yang terasingkan”

Andai saja Negara ini tidak hanya sekedar pintar melahirkan
Dan mendengarkan secarik “Judul lagu” saja

  Inspirited by Letto: Ruang rindu Rindu yang sebenar-benarnya dirindukan seorang perindu keadilan Di negeri para koruptor ini. Blalang_kupukupu     
 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: