Karmapala Lelaki Kabut

Bila benarlah di tanah-tanah
wajah memerah, nanti satu kala
Seperti murka sangkuriang durhaka
yang mengutuk rintik-rintik hujan
Dari sela-sela jemari kakinya
karena cinta,
Tentulah kerang dan udang
Bebas bermain bola pasir
Di gundukan pantai atau pesisir danau,

Siapa saksi mata pesta akbar penyatuan jiwa
Antara dara kerang dan jejaka udang?

Di Liang raksasa menganga,
Air tampak diam,
Karena gelombang datang
Memang dari mantra alam

Seperti lelaki yang meninggalkan
Jejak sunyi berembun,
Bekas tapak-tapak kaki
Yang menyusuri belantara daki
Rambutnya

Bila benarlah di tanah-tanah wajah
Merah yang basah, Adalah basahnya airmata
Dari rongga awan jiwa,
Seperti murka candi murca,
Tidaklah manusia memasuki pintu kabut

Dan pantai atau danau,
Bukan untuk mengukur kembali
Denyut debur dan riak ombak basi,

Berharap pada karang
Semua yang pergi
Ingat jalan pulang
Sebagaimana karmapala kabut
Dimasuki lelaki bayang
17012008

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: