Seperti Wajah-Mu yang Puisi

hari dimana semua orang bersimpuh
di atas altar sunyi
tangan malam membentang
dan semesta luruh
di dadanya

Yang satu itu tiba juga
membawa tembakau
ke ruas beranda kayuku

harus kau lihat
dengan matamu yang kesurupan

aku mulai lihai meracik serbuk tembakau
sedikit daun teh halus
secarik kecil kertas mika
dan sepercik nyala api
jadi abu kenikmatanku,
wajahmu

dengan laju nafas saling mendahului
hari ketika semua orang bersimpuh
kau menemuiku,
mengulurkan tanganmu
meraihku
mendekapku
namun yang terbakar ini
di mulut dada
terus menyala

harus kau lihat dengan besi pupilmu
yang karatan

sebuah rasa dan nama
yang bersembunyi di ujung kertas ini
akhirnya, kan puisi

yang landai
melambai
menggapai-gapai

seperti hari
dimana semua orang bersimpuh
di atas altar sunyi

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: