Sujud untuk Yang Maha Sujud

Alhamdulillah, tidak terasa 2 bulan satu hari blog blalang ini berjalan seiring jejak – jejak jarum jam waktu. Awalnya, hanya untuk menggenapi rasa iseng karena kejenuhan di kantor sekaligus untuk alat penyalur komunikasi puisi blalang kepada umum khususnya para cyberer yang juga menikmati puisi.

 Dan, masa dua bulan ini juga blalang lebih komitmen kepada diri sendiri untuk terus berusaha menelurkan puisi-puisi yang lebih tajam dan berbobot dari segi rasa, tema, dan semuanya.

Mungkin dua bulan ini adalah tonggak awal dari satu keinginan yang sempat tertunda sejak kuliah di Bandung untuk lebih menyeriusi ranah rimba puisi dan kepenyairan yang kata Tardji tidak untuk main-main. Karena di sini, di ranah ini adalah rimba yang penuh dengan berbagai cobaan, tetapi tentunya juga penuh tantangan dan kejutan-kejutan yang indah

Terimakasih kepada temen-temen yang sudah menyempatkan diri singgah dan sering menikmati sajak-sajak blalang baik yang secara sengaja atau tidak. lebih-lebih di milist penyair@yahoogroups.com, bentang, fordisastra.com, puisimania.info. Di beberapa nama tempat maya inilah blalang sering menaburkan benih-benih puisi blalang.

Untuk kategori kaki-kaki angin blalang cukupkan sampai 25 sajak saja. Sebenarnya, kaki-kaki angin merupakan satu antologi yang sudah selesai sekitar setahun yang lalu. Hanya saja, mengikuti perjalanannya, blalang hampir melakukan perombakan semua puisi, dan hasilnya sebagian pada sajak-sajak yang sudah blalang posting di kategori kaki-kaki angin tersebut. Kemaren, revisi untuk semua puisi di antologi ini sudah selesai dan doakan saja blalang menemukan penerbit yang cocok untuk mempublikasikannya.

Kaki-kaki angin ini merupakan satu keutuhan cerita kisah cinta masa lalu blalang dengan seseorang yang di beberapa sajak sering blalang sapa dengan panggilan “jingga”. Hehehe

Sehabis ini, blalang juga masih akan disibukkan dengan revisi naskah antologi puisi lain yang akan lebih banyak bercerita tentang blalang sendiri dengan seorang saudara laki-laki blalang yang sudah bermukim di padang. Setting yang diambil kebanyakan di daerah kota kembang Bandung, ketika kita berdua kuliah dulu, rentang 2001-2005.

Beberapa puisi lama yang belum mengalami revisi blalang cantumkan di kategori sebotol malam. Ini bukanlah judul akhir dari antologi ini, karena blalang sendiri belum menemukan judul yang tepat untuk antologi ke dua ini.

Tentunya sambil mengerjakan revisi ini, blalang juga terus coba untuk menghadirkan sajak-sajak terbaru blalang, yang kebanyakan diposting di kategori “antara titik dan koma dan dari sebuah kamar (umumnya tentang ketuhanan dan perenungan blalang atas misteri kehidupan)”, “kabar burung dari luar istana” (yang lebih banyak berbicara tentang tema sosial) 

Dan baru-baru ini, blalang menambahkan satu kategori lagi “kupukupu bersayap cinta” (berisikan tema cinta secara universal). Ide ini muncul atas inspirasi dari seorang teman yang sekarang suka menjadi komentator puisi-puisi blalang sambil sesekali secara langsung via hp membacakan sajak blalang (terimakasih untuknya, yang tak terhingga)

tentunya untuk teman-teman juga

salam,

blalang_kupukupu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: