Celengan Hati

Malam ke pagi, pagi ke malam
Celengan liat hati ini,
Selalu kuisi dengan recehan
Koin waktu

Kuletakkan badannya
Bukan di sudut kamar,
Bukan di bawah ranjang
Tidak pula di tengah meja
Berhias taplak cahaya

Tapi tubuhnya kurebahkan
Di bibir jendela kaca
Yang sepanjang hari terbuka
Seperti bibirnya yang kaku
Dan tidak pernah berkata
Berapapun jumlah angka
Yang kuselipkan
Ke dalam lambungnya

Malam ke pagi, pagi ke malam
Wajah celengan hati ini
Dimandikan rintik hujan
Tubuhnya dikeringkan handuk matari
Keringatnya dibasuh embun pagi
Dan dahaganya dilunasi
Kicauan kenari
Dari dahan-dahan melati
Yang dibesarkan pelangi

Bila satu waktu, sang perempuan itu
Di hembuskan angin waktu
Dan langkah kakinya yang telanjang
Melewati pagar rumah kayuku

Jari manisnyalah yang layak
Memungut Celengan hati ini

Yang sudah penuh terisi
Bau pelangi
Dan aroma melati kasih

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

3 Tanggapan to “Celengan Hati”

  1. Akan ada orang tepat di waktu yang tepat untukmu blalang diperjalananmu melintasi padang ilalang panjang…

  2. hehehe…. ternyata…. dirimu bisa juga ‘mengharu biru’ gitu yaa….
    spt kata mbak Endah di atas… akan datang bidadari… yang akan memungut celengan hati… yang sudah penuh terisi…. 🙂 all you have to do is keep the ‘celengan hati’ supaya tetap berbau pelangi dan aroma melati, dik… 🙂

  3. hehehe, ini kalo tidak salah baru experimen sajak tentang cinta, terasa melankolis ternyata, dah aduh.. jadi malu ketika baca ulang lagi, wekss..
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: