Tiga Hari Empat Malam

Tiga hari empat malam
Kau tidak pulang

Aku menunggumu
Dengan dua bungkus
Nasi padang

Dan ketika kau tampak
Sebungkus sudah
Di tong sampah
Depan rumah

Dan satunya lagi
Di penampungan
Akhir sisa kehidupan

Seluruh mata tubuhmu
Merah
Melebihi darah

Terkadang kata-kata
Jauh lebih kejam
Daripada jarum jam

Aku menginap di bengkel,
Katamu

Motor malam itu ngadat lagi
Padahal bensinnya full tank

Sudah kau bongkar
Berulang-ulang
Tetap saja dia tak mau jalan

Aku kelelahan, katamu

Di perjalanan
Pulang tadi
Kau minta tuhan
Segera datang

Kaus putih,
Dan jeans hitamku,
Sudah hitam arang,
Tambahmu

Besok kau jalan kaki
Saja,
Istirahatlah

Pejamkan mata

Segelas air aqua,
Sebungkus Dji sam soe
Dan deru angin
Dari kipas angin

Tapi ada baiknya
Kau mandi dulu
Sebelum
Rebah di lantai itu

Aku sudah tak ada tenaga,
Kilahmu

Setidaknya cuci muka
Dan gosok gigi

Tidak,
Aku ke mimpi ibu
Saja, bisikmu
Kepada dada

Dan motor malam itu?

Kau jual saja

Bukankah dia milik
Betina yang sebentar lagi
Kau ceraikan cintanya?

Cinta?

Hahahahaha

Terkadang kata-kata
Jauh lebih kejam
Daripada jarum jam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: