Di Lorong Kepulan Asap

kutemui saudara-saudara
kembarmu
tanpa jemu menggumulimu
di lorong-lorong kepulan asap itu,

mereka tak pernah dilahirkan ibu kita
mereka peranakan pikiranmu
ketika kau tidur telanjang
tanpa selimut
tanpa baju

larut di hening kasur rantau ini
lebih sering kau
berdialog dengan mimpi

seraya kalian berbagi sisa-sisa tembakau
dan kepulannya
yang melingkar
mengitari jam dinding,
gumammu, barang sebentar
tundalah keberangkatan

subuh masih jauh diperjalanan
dan sisa minuman
masih banyak menyimpan
senyuman

dan ketika kuketuk pintu kamarmu
dari tiga perjalanan
dari jauh, veronica yang centil
jadi sekretaris pribadimu

makin betah saja kau dan dia
dilorong-lorong kepulan asap itu
dan kau matikan
sinyal telepon genggammu

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: