Perempuan Tidur

Dengan hati-hati
Keletihan kurebahkan
di atas ranjang

Sungguh ranum mata
yang terpejam

Rambutnya tergerai
Di atas bantal
Sedikit menjuntai
dibelai jemari
angin

Kulit yang halus
Tambah berkilau
Oleh pantulan cahaya
cermin

Lama kutatap dada
Yang naik-turun berirama
Pertanda dia
tengah di ajak mimpi
Berkelana

Menunggangi kuda awan,
kurasa

rerumputan ilalang
Menundukkan kepala
Membuka jalan
Hingga ke ujung lembah

Tempat gemericik sungai
Menjulurkan kaki
Seperti madu sebagai
pertanda
Bahwa di sana
Ada kampung lebah

Satu persatu mulai kuhitung
Helai demi helai rambut
Yang hitam kecoklat-coklatan
Seakan tuhan
Di situ membangun sarang

Setakut aku cahaya terlalu
menusuk Rongga matanya,
lampu di atas meja
agak kuredupkan juga

membiarkan warna malam
menyatu dengan terang
sampai buram
menampakkan wajah tenang

kemudian aku rebah
di sampingnya

dengannya membubung
ke angkasa

di bawah selimut yang sama
hingga pagi tiba

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: