Roman Takdir

Ke utara kau bukan berarti
Tak ada barat lagi
Ke timur ada tanda matahari
Selatan belum seutuhnya
Malam

Bila kulitmu merasakan
Angin datang
Bukan pertanyaan lagi
Kemana dia pergi

Selalu ada dua kendali
Pada satu pegangan

Layar terkembang
Pertanda Kapal
siap menyambut gelombang

Ke utara kau bukan berarti
Tak ada barat lagi
Ke timur ada tanda matahari
Selatan belum seutuhnya
Pagi

Bulan sedikit merendah
Tak berarti matahari mengubah
Warna

Ada tidak ada pulau pada peta
Bajak laut selalu bersiul saja

Bukankah indah ketika takdir
Ditakdirkan tetap dalam misteri
Seperti gelombang yang pergi
Dan kembali mendekati hulu
Perahu ini ?

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

2 Tanggapan to “Roman Takdir”

  1. Bagimu, bagiku dan bagi kita takdir tetap bersembunyi di balik mega menunggu datangnya pagi dan mentari mulai bersinar dengan indahnya..ketika itu senyum merekah dari bibir yang terkatup..

  2. to ulie:
    setuju 🙂
    so keep fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: