Larik 23

Bagai rentetan huruf yang tertipu di atas barisan buku
Rebah dan kau pejamkan matamu
Dingin niscaya menyergap sebentar kemudian
Selimut kau kembangkan
Matamu menatap kosong pada liuk api perapian
Bagai mulutmu,
Sekiranya tak ada cerobong di atasnya terbuka
Tentu di ranjang kau tidak sedang rebah melata
Cahaya mulai mengecil seiring kayu mengarang
Dingin masih membuatmu mengerang
Pondok ini di tengah hutan
Kepada yang akan datang telah kau ucapkan selamat jalan
Kepada yang akan pergi sudah kau ucapkan selamat datang
Kepada siapa lagi kau akan mengadu tentang sumbang
Lengkingan jangkrik-jangkrik malam ?
Dan pagi tua,
Tahukah kau kapan dia menyelinat pintu belakang ?
Oh, di bawah bantal kau cari lilin dan pemantik api
Kemarin untuk ulang tahunmu kau beli
Jangkrik memanggil ular dan kawanan nyamuk dari tadi
Dalam gelap, berpesta-menyanyi-menari
Beribu-ribu kali

Hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: