Larik 24

Tiga jam menghadap laut, kau duduk di atas bongkah karang
Dengan kaki setengah betis terjuntai telanjang
Angin menjinakkan gemericik air
Memandikan jemarimu yang berpeluh butiran pasir
Rumah ke pantai kau retas tanpa alas kaki
Jenjang yang ingin kau lepaskan
Dari tautan tubuhmu yang semampai menjulang
Seperti kelinci gemuk dengan sepasang telinga panjang
Yang saban pagi dan sore kau beri makan
Sehabis dari pantai menggelandang
Kau bayangkan sepasang kaki pendek saja
Berpijak kuat, melompat dan bisa dilipat
Kau inginkan kaki yang hangat

Seperti berulangkali kau mengais-ngais pasir pantai
Yang dulu acapkali menyisakan jejak seseorang yang gemar
Melepaskan pandangannya ke arah laut
Katanya, lautlah ibu yang melahirkannya tanpa ayah
Memandang laut seakan mengingatkannya rumah
Pipagari rerimbunan bebunga
Tanpa kau ingat kapan, dengan tenang dia berjalan
Menyongsong gelombang dan membiarkan segala yang ada
Padanya raib bersama rahasia gemuruh

Andai kelinci itu turut menyertainya, fikirmu
Tentu setidaknya ada ceceran bulu putih menjadi tanda
Atau jejak dua kaki pendek yang sudah kental
Serupa dentang lonceng di malam natal

Jejak gelombang yang mengulumnya juga
Telah ditelan gelombang lain beberapa detik saja
lebih besar dan lebih nyata
Ataukah dia tengah rebah di juntai kaki bianglala ?

Kau beralih pada rintik hujan yang sebentar lagi reda
Berharap menemukan ujung kuku ibu jarinya
Saat kembali kau teringat pada kelinci
Yang tertinggal di rumah
Bukankah dia dulu yang sering memberi makan
Kelinci itu dengan dedaunan segar bianglala
Tentulah aroma itu dikenali penciumannya
Seketika itu kau hendak berlari pulang mendapati kandangnya
Ketika sadar kau rasakan sebelah kakimu telah keram
Juntaian yang sudah teramat juta silam

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: