Larik 32

Bila sudah kau rasakan keganjilan yang lembut
Menggelitik seperti sosok yang tanpa bentuk
Namun berbau menyeruak dari kabut
Masih akan melekatkan cerita dedongeng
Tentang kebaikan dan keburukan
Yang saban malam kau baca, kala kau menanjak dewasa?
Bila kau sudah melihat matanya yang bagai
Anak panah menancap tepat di buah daging dadamu
Yang padat dan hangat
Masihkah akan kau pertanyakan warna apa darah?
Sebesar apa luka menganga?
Dan seberapa perih dia?
Yang ada selain itu semua, kau rela mendapatinya
Yang berdiri di luar pagar
Sebagai isyarat segeralah kau ke luar kamar
Luka yang masih benih dan pasti tumbuh bersama musim
Dengan manja kau minta digendongnya
Dalam pelukan belukar waktu
Kalian masuk dan raib dipusaran kabut itu

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: