Larik 72

Ketika dia memintaku, menyalakan API kata-kata yang dulu membakar
Rimba hati, sebuah kapal kayu yang sudah lebih dari dua pertiga pelayaran
Ke pulau
Yang telah dikenalkan kompas dan peta
Karam kandas, bukan karena gunung gelombang yang semula padat zat
Lalu mencair
Bukan pula karena awan es yang bermula beku
Kemudian dibangunkan sangkakala guntur
Lalu ditembakkan petir dari laras senapan badai
Membabibuta, mengenai batang rayap dan kain lusuh sauh
Ketika dia memintaku, menyalakan API kata-kata yang dulu membakar
Rimba hati, asin air laut beraroma bensin
Selincah loncatan kilat berkelebat, menguap
Dari bawah menyambar kemudi kapal
Seperti gerombolan penyamun yang sedang dahaga birahi
Di satu malam jahannam menemukan perawan yang kesasar
Sewaktu pulang
Sebentar lagi padahal akan menuang lalu menegak susu si calon suami
Sebiji deklamasi seorang bujang

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: