Arsip untuk April, 2008

Sanggupkah Kau Bedakan Dusta, Antara?

Posted in kupukupu bersayap cinta on April 30, 2008 by asharjunandar

Sanggupkah kau bedakan dusta antara suka dan cinta?

Ketika masih telur dia, di jerami rumput

Kau pasrahkan nasib kehidupannya,

Kemudian cuaca berkenan jadi dewa, sewaktu menetaskannya

Jadi ulat, daun dan ranting yang pucuknya sampai ke bibir jendela

Kamarmu telah di depan retinanya

Diapun merayap di sela rintik hujan dan raung petir malam

Meracik sarang, dari waktu yang menggugurkan kelopak-kelopak

Detik, dan bila datang rembang, kau tarik gorden kamarmu

Seperti semusim yang mengabarkan wahyu pada ruang sunyi

Matanya terpejam dalam fase warna dan relief badan

Dan jam yang tak kau hitung dalam kalender diarymu

Pada satu senja yang senyap ketika rerumput mengerumuni bunga

Kupu-kupu itu lincah menarikan lakon perjaka

Sanggupkah kau bedakan dusta antara ingin memiliki

Dan jatuh cinta?

 

 

Rawamangun, Sabtu Siang, 26042008

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

PelacurMatahari [12]

Posted in PelacurMatahari on April 29, 2008 by asharjunandar

Percayalah kau lebih dari sekedar dibutuhkan untuk stabilitas

Denyut nadi satu negara,

Ketika penjajah dulu belum anjak kaki, kau jadi agen komunikasi

Dan semasa pengumunan proklamasi,

Kau terus mengelilingi lingkaran pasukan dengan bedil

Di celananya

Pembangunan inipun, kau diundang ke hotel-hotel berbintang

Usai jamuan makan negara

Sebagai lambang keramahtamahan dan keeksotisan

Seperti kata pertapa: “Yang disentuh kebenaran, selalu mencari

Jalan pulang, kembali ke timur”

Ke arah matahari menampakkan badan

Seperti lukisan Mona Lisa,

Banyak yang menyela, tapi yang melepas dahaga dari guci sastra

Memborong duplikasinya

Percayalah kau lebih dari sekedar dibutuhkan untuk penegasan

Hipotesa

Bahwa manusia memang masih benar berjalan di atas rel

Kereta budaya manusia, sebenarnya

 

 

Rawamangun, Sabtu Malam, 2604008

hakcipta pada asharjunandar

Menceraikan Ikatan Senyawa Cinta

Posted in kupukupu bersayap cinta on April 28, 2008 by asharjunandar

Ada bagian tulisan yang hanya kubisikkan kepada telinga malam

Tentang pahitnya rasa buah mojo tuhan

Tapi lapar yang kurasakan, adalah laparnya kehidupan

Lapar yang menyempitkan pembuluhku, dan mencekik

Lebar katup mataku

Seakan cahaya hanya jadi dosis pembius yang terbatas kadarnya

Aku jadi begitu menggilai malam dan lubang gelapnya

Yang teramat dalam

Kujatuhkan sepenuhnya diri ini, dan berharap tak ada dasar

Yang menangkap

Membiarkan tubuhku terus melayang, lepas dari ikatan gravitasi

Dan dari segala yang didegungkan manusia suci

Menceraikan ikatan senyawa yang mengungkung ketergantungan

Pada segala tali pegangan

Ada bagian tulisan yang hanya kubisikkan kepada telinga malam

Sampai aku sendirilah segala yang disebut rupa kegelapan

Rawamangun, Minggu Malam, 27042008

hakcipada asharjunandar

Dan Bibir Rentakupun Akan Mengaminkan Doa

Posted in kupukupu bersayap cinta on April 28, 2008 by asharjunandar

Yang kupinta hanyalah jemari lembut yang membelai

Gerai rambutku yang landai

Yang kupinta hanyalah suara pelan yang membisik

Gua telingaku yang sunyi

Yang kupinta hanyalah kaki juntai yang berlari

Menyongsongku di kerumunan rintik hujan duri

Yang kupinta hanyalah hangat dada untuk membenamkan

Dua biji mata ini

Yang kupinta hanya pondok hati yang membuka pintu

Lenteranya yang putih

Dan bibir rentakupun ini akan mengaminkan doanya sendiri

 

 

Rawamangun, Minggu Malam, 27042008

 hakcipta pada asharjunandar

Fientje de Feniks

Posted in PelacurMatahari on April 25, 2008 by asharjunandar

Itulah kutukan yang terlupakan

Seperti uap yang hendak ringkus di badan guci

Kemudian dibanting ke lantai

 

Itulah kutukan yang berpindah dari kuluman

Paruh-paruh burung

Dari dahan ke dahan

 

Ketika Jumat kesumat diikat penanggalan 17 Mei 1912

Pintu Air Kali Baru jadi messiah

Yang membacakan

Bahwa dosa adalah nyawa terbelenggu pasung dunia

 

Yang membuncit seperti lipatan danging perut

Dari karung beras, kutukan itu merambah

Ruang sidang,

 

Ketika nyawa itu meronta oleh cekikan dua

Tangan Gemser, Sang Elit Concordia

 

Di ranjang, bagian himpunan kamar

Yang selalu dibangun kekakuan

Sisi kubus desahan

Dan singgahsana  birahi jantan

Suara malaikat yang meminjam bibir Roana

Selalu menyimpan belati tuhan

 

Hujatlah mereka

Sesuka hatimu, hujatlah!

 

Akan datang kutukan itu padamu:

Dari gambar seseorang yang berhidung mancung

Berambut hitam panjang

Dengan tatapan kosong tenang ke depan

 

Ke tapal waktu yang selalu akan selalu bersaksi

Pada ayat-ayat kebenaran

 

Meski terburai belulang kaki tangan

 

 

Rawamangun, rabu Malam, 24042008

hakcipta pada asharjunandar

Para Sang Wali [1]

Posted in rajawaliarok on April 24, 2008 by asharjunandar

Kira-kira apa yang tersembunyi
di bawah kaki meja kerja para sang wali?

adakah tumpukan bangkai tikus
yang ususnya sempat mencerna
lumbung pahala?

atau sobekan-sobekan tanda tangan,
kucuran nol-nol yang bersijingkrak
dari amplop ke tempurung tengkorak kepalanya?

Kira-kira berapa persen saraf hatinya
dibius proporsi jeritan para paria?

Surga Hitam Kramat Tunggak [3]

Posted in PelacurMatahari on April 23, 2008 by asharjunandar

Hingga tibalah messiah itu dengan agama barunya,

Seorang perempuan

Ketika mengedarkan lembaran kitab biru

Jemarinya lembut terulur seperti cahaya bulan

Ada tujuh kolom mati di sana

Bagi yang bisa membaca, kondom memorial kitab itu

Bernama

Kami tidak bisa membaca kata-kata yang disusun

Pengarang aksara

Tapi dari Pengarang kehidupan

Rangkaian kata manakah yang tak bisa kami baca?

 

Ada tiga stiker yang menjadi kepala suratnya

Bila pengunjung surga yang datang dan hendak bercinta

Kami rekatkan lembar surat hijau dan kuning

Jika dia membaca nama kitab itu

Bila kekasih kamilah yang menuangkan cinta

Ke ranjang, lembar surat merah hati kami terakan

Begitulah ajaran, yang katanya, jika kami patuh

Kami akan tetap berumur panjang dan kami tak akan

Seperti kaum Nuh yang melubangi perahu nabi tuhan

Tapi bukankah kamar kami ini surga

Dan malam-selama lampu padam,

Bukankah masih tetap isyarat bagi keabadian?

hakcipta pada asharjunandar