SURGA HITAM KRAMAT TUNGGAK [1]

Untuk sampai ke surga kami, orang-orang harus berkendara
Jalan kaki, bisa saja sebenarnya
Toh, di surga kami, derajat kebaikan diukur deretan angka nol
Di saku belakang manusia

Malaikat di sini bersagam pentungan
Wajahnya lebih galak dari Malik-nya tuhan
Di pintu timur dan barat, orang-orang akan antri
Sesuai nomor kedatangan ajalnya

Di sepanjang jalan yang berbunga debu berjejer toko dan pasar
Dimana malam ditasbihkan sebagai ke abadian

Kamar-kamar kami berjejer rapi
Seperti ajaran geometri
Dan kata tidak di sini dibenamkan kepalanya oleh cakar-cakar
Harga,
Berbanding lurus dengan paras tubuh kami

Siapa saja datanglah,
Akan kau peras anggur-anggur langsung dari pokoknya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: