Kau Harus Tetap Berkata

Tapi kau harus tetap berkata kepada mereka

Meski pada akhirnya, telingamu sendirilah

Yang memperlebar lubang udaranya

 

Begitulah, gelombang yang mengalir dari mulutmu

Telah diliputi cahaya angkasa

Sebagaimana semut diilhamkan bermusyawarah

Merekapun duduk melingkar

Di kedalaman gua

Serupa burung yang menghuni keluasan langit

Gerakan sayapnya yang ke atas-bawah

Membuatnya sanggup menukik

 

Karena itulah suaramu pada satu kitab mengendap

Dan orang-orang yang kepalanya menunduk

Seraya kaki bersila

Merasakan salwa adalah ibu dari hujan

Dan tetesan air selalu menyempurnakan

Ikatan senyawa kehidupan

 

Karena itulah kau harus tetap berkata kepada mereka

Ada istana kaca bagi mata-mata yang membaca

Dan anggur hitam

Bagi lidah-lidah yang  berkarib dengan malam

 

 

Rawamangun, Sabtu malam, 19042008

Al-Quran: Fushshilat, 06

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: