Tanah Gelap [1]

Tahulah aku bagaimana akhir dari satu rasa merindu

Seorang tokoh utama yang dibunuh si pengarang

Di tengah ceritanya

Tidak ada tanah gelap yang lebih hitam dari itu semua

Selain cangkir yang terus meminta kucuran vodka

Sedang memusuhi malam adalah memerangi kehidupan

Tidak ada yang lebih bodoh untuk dilakukan selain

Membaca,

Lalu hanya terduduk merenungkannya

Sampai kau rebah dan lelap di atas butiran debunya

 

Rawamangun, Sabtu Siang, 26042008

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: