Yang Tiada Kunjung Karam

Bahkan kegelisahan itu telah dibuahi spermaku

Di rongga rahimmu yang putih

Ladang yang mahasubur dulu dan hanya boleh

Ditertawakan hujan

Karena padanya terselip ruh-ruh kehidupan

 

Tapi spermaku seperti armada dengan masing-masing

Dirinya dipersenjatai kapang selam

Kepalanya yang menjadi kapten kapal

Dan ekor yang menyulap dirinya jadi navigasi

 

Seakan kegelisahan itu adalah gumpalan daging

Setiap ibu yang menyuap anaknya

Gerombolan spermaku jadi koloni baru

Yang merambah tiap jengkal rimba rahimmu

 

Rimba yang harus dihirup-pikukkan oleh tarikan nafas

Yang hanya mengagungkan udara malam

Di tiap genderang kemenangan

Sampai kau pasrah terlentang, bersama denyut kegelisahan

 

Yang tiada kunjung karam-tenggelam

Adalah pemancangan tiang bendera yang paling

Terharamkan 

 

Dan kau pun aku, kembali siaga dalam

Ritual pergumulan

 

Rawamangun, Minggu Malam 1152008

hakcipta pada asharjunandar

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: