Masihkah Kau Sanggup Membubuhi Judul Puisi Pagi Ini

Apa lagi yang akan kau lakukan

Ketika kau bangun, yang pertama hinggap ditimbunan

Tahi matamu cuma kerlap-kerlip laptop silver

Yang setengah hidup dan menyala,

Seperempat bungkus Dji sam soe masih tersisa

Dua pemantik yang pula masing-masing setengahnya

Masih berisi,

Sebotol plastik besar Aqua

Dan handpone yang sudah kenyang perut baterainya

Dari semalam, pukul dua

Serta satu kata “yang entah” lima belas menit yang lalu

Terus saja bersijingkrak di kepala

Mencari anggota keluarganya

 

Apa lagi yang akan kau lakukan

Kecuali turut melangkahkan kaki imajinasi pikiran ini

Mengejar kata-kata lain yang sudah basi namanya

Karena berabad-abad lalu

Sudah jenuh jadi anggota silsilah keluarga puisi

Yang tetua-tetuanya belum juga mau mati

 

Sedang “detik”, nisan mereka telah bertebaran

Di sana-sini

Di pori-pori bumi yang entah iya masih membuka hati

Entah tidak lagi

Mungkin meski dengan ingusmu sendiri

Masihkah kau sanggup membubuhi judul puisi pagi

Ini?  

 

Rawamangun, Rabu Pagi, 14052008

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: