Sebagaimana Stasiun Pemberhentian-Ku

Bukankah sudah kularang, kau jangan dan tak perlu

Membuntutiku dengan mata-telinga siang

Kapan aku ingin terbang, disitulah terbuka botol minuman

Kapan aku akan hinggap, disitulah kepala tersungkurkan

 

Kau tak akan pernah bisa melihat raut angin

Tapi bersiaplah naik dan tunggangilah dia, bila datang

Di atas karpetnya, kau cukup rebahkan badan

Dan denganku,

Jangan pernah tanyakan tentang jam keberangkatan

Kereta dini hari,

Sebagaimana stasiun pemberhentianku, hanyalah naluri

 

Rawamangun, 16052008

 hakcipta pada asharjunandar

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: