Black the Great

Bila pengisyaratan pangkal kalimat itu:

“Seperti mentari”, mentari itulah kelopak mata

Terkatup di punggung gunung, atau

Di titik persfektif cakrawala

 

Siapa saja yang hendak memanggul sinar,

Seseorang telah mengumpulkan kayu bakar

 

Api memiliki species lidahnya sendiri

Dan bila percikan liurnya padamu tak mengarah

Antara dingin dan panas, bagaimana kau mengelus

Kulit gelap ?,

 

Bila pengisyaratan pangkal kalimat itu:

“Mentari adalah Subjek,

Di ikuti keterangan tempat:

”Di dalam lorong gua batu”

Telah terkutuk, yang pertamakali berkata:

 

“Pintu !”

 

Dan Kau?

Adalah belantara !

Dan segala penghuni usus buntunya

Rawamangun, Kamis malam, 19062008

Iklan

Satu Tanggapan to “Black the Great”

  1. Hehe, maksudnya yang kamu katakan sebagai “coretan itu” adalah puisi saya…

    Sadis kau, jangan begitulah… Masa’ dengan kebanyakan orang kamu kayak gitu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: