Perempuan Pendoa Erzurum

 

Apa yang ditawarkan rumah makan kumuh, toko roti, dan jejeran kedai kopi di sepanjang alur Erzurum bagi seseorang yang melihat arah jalan dengan mata kakinya?

Lapar dan dahaga adalah pertalian dan, atau, atau saja. Bedanya kira-kira dua jengkal bila kau berdiri tegap. Karena itulah, begitu membosankan menikmati patung dengan posisi siap sempurna.

 

Langit mengirimkan merpati pos lewat bintik-bintik salju di Erzurum. Aku mencari perempuan novel yang kemarin tanpa sengaja kuintip sedang sembahyang di mesjid raya Istambul.

 

Siapa namanya?

 

Lapar diam. Dahaga diam. Langit diam

 

Ya. Inilah pertama kali kurasakan. Sejak seseorang membentukku dengan kekuatan dan kelembutan tangan imaji maestronya. Seseorang mendoakanku tanpa sekalipun desahan bibirnya menyebutkan nama.

 

Karena itulah lapar diam. Dahaga diam. Langit diam. Dan buru-buru pedangang makanan di sepanjang alur Erzurum menutup pintu depan kiosnya. 

 

Butiran salju. Kapan kau mencair dan menjadi sumber airmataku?

 

Di hirup-pikuk Erzurum. Di antara gerai kaki-kaki yang bergegas hendak rukuk. Rukuk yang sungguh-sungguh teramat bisu. Apa yang ditawarkan rumah makan kumuh, toko roti, dan jejeran kedai kopi di sepanjang alur Erzurum bagi seseorang yang melihat arah jalan dengan mata kakinya?

Rawamangun, Senin, 210702008

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: