Kitab Tembakau

 

Peperangan selalu terbuka dan tak terelakkan

Dimanapun, rumput yang kering, di dalam akar

Masih mengendap selenguh nafas, memulakan

Memulakan untuk kembali sebuah pembakaran

 

Di musim kemarau,

Bunga-bunga akan diam dalam penyerbukan

 

Seseorang yang datang dengan luka di hatinya

Kepada hamparan padang,

Angin yang membentang,

Cuma membawa segenggam tembakau dan pemantik api

Di balik sakunya,

 

Dan sebuah kitab suci

 

Untuk di baca,

Ya, untuk dimulakan dari halaman pertama

Pada sebuah pembaringan airmata

 

Segerombolan serangga, termangu menyaksikan

Secuil kejujuran yang tersisa,

 

Sebutir kepasrahan

 

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: