Hari Telah Terkelupas di Pelepah Jarimu

Hari telah terkelupas di pelepah jarimu.

Jari yang mulai melepuh, menjinjing

Butir demi butir nasi yang datang,

Kemudian menangis di keempat selanya

 

Ibu jarinya memang tidak setara dengan

Kuku kelingking, tapi dia yang paling lincah

Melopat dari satu telunjuk ke jari tengah

Yang sedikit pemarah

 

Marah yang bukan lagi menahan lapar biasa

 

Keempat jari itu bisa saling diam sama lain

Selain sebutir nasi yang terselip di masing kuku

Keempatnya lalu menekup seperti mangkuk

 

Di sore yang tak mau pergi

Dari langit belum pernah turun hujan nasi

 

Hari telah terkelupas di pelepah jarimu.

Jari yang mulai melepuh

Seperti keriput pembuluh yang masih

Menyadarkanmu

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: