Kepada Para-Para

Dalam mencipta, apalah yang telah dirugikan

Selain waktu yang ditarik kembali dari belakang

Kembali ke depan, dan orang-orang yang merasa terhibur

Serempak bertepuk tangan di depan panggung pertunjukan

 

Kita dibesarkan dalam berbagai iklan yang terus berlari

Berlari ke balik tirai yang telah pucat dan terkoyak

Beberapa orang saja yang melinting asap di pinggiran

Di sudut yang tak terjangkau pencahayaan lampu

Menekur tunduk dalam gelap

Seakan tak rela menyerah pada kenyataan yang mempertanyakan

Apa lagi selanjutnya, selain besok denting gelas beradu garpu

Dan dialog yang tidak pernah tersipu malu

 

Untuk mau kembali. Lagi diucapkan. Lagi direnungkan

Menjelang pagi yang mulai kehilangan temaram

 

Dan belulang, tak lagi merasai dingin yang biasanya

Menghujam.

 

Menghujam kita, dengan pertanyaan-pertanyaan

Siapa yang terhibur, dan mengapa kita menumpahkan darah

Dan memperlebar nganga luka pada kesenian

Yang sudah sendiri, renta dan kesepian?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: