Arsip untuk Januari, 2009

Lebih dari 170 Tahun Perjalanan 170 ton Air Mata Ini

Posted in Dari Sebuah Kamar on Januari 28, 2009 by asharjunandar

museum-fatahillah1170 ton, entah seberat itu bobot air mata yang hendak kalian

antarkan kepada kami dari seberang benua,

lewat peta, sempat kami perlihatkan kepada anak-anak kami,

kalian di sana, khusuk berdoa, di bawah malam,

di atas tanah yang terus digemburkan matahari

 

170 ton, lebih lagi

tanpa sempat mematok skala, karena yang tersisa dalam

benak kami hanya jengkal dan depa, sepuluh jari

yang meraup pasir, batu, liat tanah merah,

lebih  dari 170 ton air mata yang hendak kalian antarkan kepada kami

 

air mata-air mata itu air mata kalian, 170 derajat celcius panasnya

setelah sampai ke puing-puing kota kami, 170 tahun lebih

derajat panas ini telah merebus Aqsa yang kami cintai

 

170 ton gadam telah menumbuk-numbuki dinding-dinding rumah kami

dan 170 ton air mata yang kalian antarkan ini

menguap saja dihisap pori-pori pung-puing kota kami

 

tapi biarlah, dalam malam yang tak seorangpun di antara kalian

mendengar,

170 lebih bintang telah kami nyalakan di mimpi-mipi anak kami

lebih dari 170 tahun perjalanan 170 ton air mata ini  

Bulan Sabit Merah

Posted in ShorTime In HeaVen on Januari 19, 2009 by asharjunandar

Kurasa tidak ada yang melilitku, di bolak-balik genesis,
segurat premis mendesis: “Gantung !, atau kalian lancung ke pancu3d-destructionng”

membubung di gorong ladang kabut terapung cundang ini,
dari lubang resonans gitar, kurasa aku melambung dan mengalun:

“Kita tidak akan jatuh sebelum bertarung!
sebab mengingat paling jelas, ketika tangis tak lagi habis lekas”

Di jejak pijakan, seseorang telah digigit graham langit
Arus alveoli sejarah menggeliat,”Betapa sengit lars peluru
bertusuk-menusuk dengan hulu secarik perahu kertas sujud,

seperti lengkung merahku:
Darah yang terus menggores dari ujung-ujung kuku jari yang menetes
melukis bintang yang hendak direngkuh bocah, di bawah selimut kaca”

“Kita tidak akan jatuh sebelum bertarung!
kita tidak akan pernah kalah dan diperbudak mati!”

Gaza to night, hembus lagu seorang malaikat lelaki yang menguntit
dengan dua sayap yang terlipat lirih di Daud hati

Pemakaman Mimpi

Posted in ShorTime In HeaVen on Januari 12, 2009 by asharjunandar

1d8064d36f49dc0d0d2e45886beea59bDengan ratapan bah air mata Bunda Maria

kau sumpal liang matamu

yang badanku rebah di sana

 

Tapi ruh siapakah yang pada akhirnya

tak bangkit

bersijinjit, menanggalkan rangka seseorang ?

 

Rindu adalah mimpi diirisi malam-malam  

harapan

Berserakan di geletar daun-daun kamboja

kuning kecoklatan

 

Seseorang telah  menggali terus dan menggali-gali

kali

Dan cuaca menimbun gegundukan arus itu  

kembali

 

Maka mekarlah lagi putik kamboja

Yang akarannya berpesta

di bawah papan nisanmu yang putih

Nanti

 

2008