Bulan Sabit Merah

Kurasa tidak ada yang melilitku, di bolak-balik genesis,
segurat premis mendesis: “Gantung !, atau kalian lancung ke pancu3d-destructionng”

membubung di gorong ladang kabut terapung cundang ini,
dari lubang resonans gitar, kurasa aku melambung dan mengalun:

“Kita tidak akan jatuh sebelum bertarung!
sebab mengingat paling jelas, ketika tangis tak lagi habis lekas”

Di jejak pijakan, seseorang telah digigit graham langit
Arus alveoli sejarah menggeliat,”Betapa sengit lars peluru
bertusuk-menusuk dengan hulu secarik perahu kertas sujud,

seperti lengkung merahku:
Darah yang terus menggores dari ujung-ujung kuku jari yang menetes
melukis bintang yang hendak direngkuh bocah, di bawah selimut kaca”

“Kita tidak akan jatuh sebelum bertarung!
kita tidak akan pernah kalah dan diperbudak mati!”

Gaza to night, hembus lagu seorang malaikat lelaki yang menguntit
dengan dua sayap yang terlipat lirih di Daud hati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: