Arsip untuk Juli, 2009

Surat Kepada Diri Sendiri, 1

Posted in ShorTime In HeaVen on Juli 23, 2009 by asharjunandar

Bila kemudian, gumpal goresan ini

yang mengiris segalanya, dan segala yang terbatun

di dadamu seperti gelepar daun aru

di semak batu, aku juga luruh. Kau tahu lidah

putri malu di ambang senja yang meradang,

begitu kejam mengiris-iris merah hati kita

sampai darah tercerai dari tetesan, seperti

kenangan kepada ingatan.

Maka aku pergi menyusup ke dalam sunyi

yang lebih gelap, ke dasar desir yang lebih

liat dan lindap. Juga yang mendenyutkan nadiku

yang rentan, dan jiwa, padang manakah yang paling

rimbun dari mereka? Bahkan tidak juga masing-

masing dari benua denyut kita. Entah, jika dengan ini surga

berkenan meluaskan pintunya, atau bila

juga kulewatkan surat ini, kutahu saat,

orang-orang yang kita kenal baik setengah

kenal kita juga, atau yang hanya menaruh

iba pada kisah hijau kita karena mereka bertelinga

dan telah berlalu cerita: kisah pengembara

yang ditinggalkan kereta malam di stasiun mimpinya.

Manusia begitu naif jika dinamai pendurhaka,

maka kutulis juga surat ini, di antara berat

air mata yang tetap kujaga di rongganya. Di antara

terang, temaram dan gelap yang purba,

hanyalah riak yang ingin kusimak,

risik-risik kecil masa benih kita yang jatuh

bagai rintik hujan, ketika mereka berkejaran di antara

langkah dan peron kereta, dan jeritan yang berulang

ulang; gema yang memanggil-manggil nama kita

dari balik kaca. Yang berdiri dan yang bersembunyi

di balik dinding batu. Layaknya barisan duri

di selintang tungkai dahan putri malu,

ketika kertas itu kau lipat, dan yang lekas

terkemas kembali adalah tumpukan baju

di balik pintu.

Lama..lama…lama, tapi kembali

Posted in Mr.Blalang In Diary on Juli 23, 2009 by asharjunandar

Rasanya, blalang sudah lama banget tidak menyentuh blog ini lagi, tapi entah kerinduan apa yang datang mengundang, di tempat kerja, saat yang lainnya pada sibuk sendiri dengan aktivitasnya, blalang, ingin kembali menanam sajak di blog ini, hiks…., beberapa nama telah hilang, facebook memang asik, hirup pikuk dengan bla bla bla fenomenanya, tapi, blalang rasa, ada keasyikan tersendiri untuk kembali ke secarik halaman bolg.


seperti pulang kembali ke ruang kamar sendiri yang temaram, mungkin sejenak diam, merenung, atau hanya sekedar menghela nafas, untuk kembali tenang….