Surat Kepada Diri Sendiri, 1

Bila kemudian, gumpal goresan ini

yang mengiris segalanya, dan segala yang terbatun

di dadamu seperti gelepar daun aru

di semak batu, aku juga luruh. Kau tahu lidah

putri malu di ambang senja yang meradang,

begitu kejam mengiris-iris merah hati kita

sampai darah tercerai dari tetesan, seperti

kenangan kepada ingatan.

Maka aku pergi menyusup ke dalam sunyi

yang lebih gelap, ke dasar desir yang lebih

liat dan lindap. Juga yang mendenyutkan nadiku

yang rentan, dan jiwa, padang manakah yang paling

rimbun dari mereka? Bahkan tidak juga masing-

masing dari benua denyut kita. Entah, jika dengan ini surga

berkenan meluaskan pintunya, atau bila

juga kulewatkan surat ini, kutahu saat,

orang-orang yang kita kenal baik setengah

kenal kita juga, atau yang hanya menaruh

iba pada kisah hijau kita karena mereka bertelinga

dan telah berlalu cerita: kisah pengembara

yang ditinggalkan kereta malam di stasiun mimpinya.

Manusia begitu naif jika dinamai pendurhaka,

maka kutulis juga surat ini, di antara berat

air mata yang tetap kujaga di rongganya. Di antara

terang, temaram dan gelap yang purba,

hanyalah riak yang ingin kusimak,

risik-risik kecil masa benih kita yang jatuh

bagai rintik hujan, ketika mereka berkejaran di antara

langkah dan peron kereta, dan jeritan yang berulang

ulang; gema yang memanggil-manggil nama kita

dari balik kaca. Yang berdiri dan yang bersembunyi

di balik dinding batu. Layaknya barisan duri

di selintang tungkai dahan putri malu,

ketika kertas itu kau lipat, dan yang lekas

terkemas kembali adalah tumpukan baju

di balik pintu.

Iklan

2 Tanggapan to “Surat Kepada Diri Sendiri, 1”

  1. salam kenal dari jauh

  2. ass. andigan mulak bg…….mantap puisi nai hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: