Archive for the Mr.Blalang In Diary Category

Lama..lama…lama, tapi kembali

Posted in Mr.Blalang In Diary on Juli 23, 2009 by asharjunandar

Rasanya, blalang sudah lama banget tidak menyentuh blog ini lagi, tapi entah kerinduan apa yang datang mengundang, di tempat kerja, saat yang lainnya pada sibuk sendiri dengan aktivitasnya, blalang, ingin kembali menanam sajak di blog ini, hiks…., beberapa nama telah hilang, facebook memang asik, hirup pikuk dengan bla bla bla fenomenanya, tapi, blalang rasa, ada keasyikan tersendiri untuk kembali ke secarik halaman bolg.


seperti pulang kembali ke ruang kamar sendiri yang temaram, mungkin sejenak diam, merenung, atau hanya sekedar menghela nafas, untuk kembali tenang….

Iklan

Menghentakkan Sajak Lewat Musikalisasi

Posted in Mr.Blalang In Diary on Juni 9, 2008 by asharjunandar
Menghentakkan Sajak Lewat Musikalisasi
Oleh : Dedy Tri Riyadi
30-Mei-2008, 22:44:46 WIB – [http://www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia – Jakarta, Pada Acara Sastra Reboan 28 Mei 2008 yang lalu, ada suatu upaya yang menarik dari orang-orang tertentu dalam mendekatkan sajak terhadap masyarakat. Salah satunya adalah lewat musikalisasi sajak. RICH Band, yang tampil untuk kedua kalinya di acara ini, mendapat pujian dari Remmy Soetansyah karena syair lagu yang mereka bawakan sangat puitis. Sementara Remmy Soetansyah sendiri menggelar karya musikalisasi sajaknya lewat sebuah proyek bernama Anak Angin. Suara Legis yang melengking tinggi ditambah aransemen apik dari Yockie Suryoprayogo, malam itu ditampilkan dalam bentuk “karaoke” – karena format full band belum bisa disiapkan, tambah Remmy – membius sekitar 100 orang undangan yang datang dari berbagai komunitas dan kalangan. Membawakan tiga buah karya musikalisasi sajak dengan format pembacaan sekaligus musikalisasi ini, Anak Angin menjadi daya tarik tersendiri pada malam itu.

Acara Sastra Reboan malam itu diawali dengan bedah novel Lanang. Febby Indirani yang bertindak sebagai moderator cukup kewalahan menjembatani kritik novel tersebut dari Mustafa Ismail yang berlawanan dengan dukungan terhadap novel Lanang dari sisi keprofesian dan ilmu pengetahuan dari drh. Suli Teruli Sitepu. Lahirnya novel yang kontradiktif semacam itu memang menjadi fenomena pada ranah sastra di tanah air. Dikatakan kontradiktif mengingat Mustafa Ismail berpendapat format dan isinya kurang menarik, tetapi dari sisi tema dan perambahan tema sangat berbeda dan nyata.

Setelah diskusi, undangan dikejutkan dengan aksi Teater Pintu 310, yang mengenakan jubah hitam dan riasan menakutkan, pimpinan Bung Kelinci alias Iwan Sulistiawan yang mengomandani dengan memainkan drum itu mempertanyakan kepada kita semua tentang arti “sesembahan” yang sejati, dengan judul karya “Syair Berhala” adaptasi dari puisi Emha Ainun Najib. Dilanjutkan dengan persembahan 2 buah lagu karya sendiri dan 1 lagu cover version dari anak-anak Eiffel Band yang datang jauh-jauh dari Serang. Kabar duka meninggalnya kakek dari keyboardist mereka, menjadikan ada hening cipta sebentar yang dipimpin oleh Manajer Eiffel Band.

Tak lengkap rasanya, Sastra Reboan tanpa pembacaan puisi. Oleh karena itu, tampillah Jorgy, Ney, Maya Pramana (semuanya dari komunitas BungaMatahari), Rini Fardhiah, Ashar Nasution yang selalu menyamar sebagai “blalang_kupukupu”, dan Slamet Widodo. Salah seorang penampil, Cut Desi tampil dengan format Video Puisi. Sebuah perpaduan unik ketika puisi dibacakan dilatarbelakangi dengan pemutaran video via proyektor.

Slamet Widodo rupanya tidak hanya mampu membuat para undangan terpingkal-pingkal dengan puisinya yang berjudul “Susu”, tetapi juga membuat gebrakan baru dengan dijadikannya beberapa sajaknya menjadi lagu anak-anak yang dibawakan oleh Sammy dan Sasha – yang mengatasnamakan dirinya menjadi S2S – jebolah AFI Junior Indosiar.

“Mistery guest” pada acara Reboan kali ini adalah Binhad Nurohmat, penyair kontemporer Indonesia, tampil dengan sebuah puisi pendek – yang dikatakan bermakna sangat panjang;

Tuhan, beri aku perempuan.
Perempuan, beri aku Tuhan.

Tom & Roy, sebuah band tampil lagu-lagu sendiri yang sangat bluesy, menjadi jeda untuk penampilan Dipi dari Komunitas Kapasmerah – UBK yang menampilkan monolog cerita pendek. Dan sebelum puncak acara yang dirancang mendadak pada malam itu, tampillah Dyas memusikalisasi dua buah puisi dengan gitar akustik.

Sebagai puncak acara, Elex Yo Band yang digawangi Dion, dkk. menampilkan lagu-lagu yang unik dan menarik. Jadi, sajak atau puisi memang bisa didekatkan kepada masyarakat dalam bentuk apapun. Salah satunya dengan memusikalisasi sajak, atau membuat lirik lagu yang puitis. Inilah kesan yang dapat ditangkap dari Sastra Reboan yang kedua kali ini.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini…!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

Nb: beberapa potongan berita yang blalang search di google, terimakasih untuk punggawa-punggawa Sastra Reboan, Apsas, Bravo….Narsis dikit ya, hehehe:)

Duet blalang_kupukupu dengan lala_dua dua: Sub Bab Hujan , 2

Posted in Mr.Blalang In Diary on Februari 18, 2008 by asharjunandar

duhai biang lala yang merona,
untuk apa kau tutup katup bibir jendela
bukankah hujan yang menandakan
dingin butuh pelukan
dan gelap di gua kelambu
adalah cahaya yang nyata di
bawah bantal biru
ulat masih merangkak ke kuncup hidungmu
mungkil mungil lubangnya
ada dian penghangat tubuh
seperti liur yang memadu
dari bidara yang terserang flu 🙂

— In Cerpen_Puisi@ yahoogroups. com, lala_dua dua <laladua_dua@ …>
wrote:
>
> tertutup sudah jendela
> pabila berkembang lengan bianglala
> melindung malu dalam tersipu
> memandang sayap kupu-kupu
> yang kebasahan oleh hujan
> menggigil dalam kelambu malam
> terpesona geliat sang ulat
> menguntum senyum
> siapakah gerangan
> yang berselindung di sebalik bayang
> mengecap kebasahan madu
> yang mengalir berliku-liku syahdu.
>
>
>
> blalang_kupukupu <blalang_kupukupu@ …> wrote:
> berkelok dari tikkungan hujan
> akan adakah yang lebih basah
> di bawah kelambu
> kala lampu dipadamkan
> bukankah samar langkah
> masih membias di temaram
> seperti desah yang berjuntai
> ke udara basah
> saat dua lengan bianglala
> mengembang terbuka
>
> — In Cerpen_Puisi@ yahoogroups. com, lala_dua dua <laladua_dua@ >
> wrote:
> >
> > ulat bergerak lambat
> > di hujung jendela telah tiba
> > berteduhlah dari hujan
> > di dalam kelambu malam lampu terpadam
> > lenguh seribu kaki melayan kuku
> > untuk membentuk kupu-kupu
> > bermain hujan
> > sepanjang zaman..
> >
> > blalang_kupukupu <blalang_kupukupu@ > wrote:
> > bila kau di jendela
> > menunggu ulat yang bergerak
> > dalam lingkar bayang lambat
> > lebarkanlah nganga udara
> > dan padamkan lampu segera
> > agar berupa warna yang memendar
> > dari pori-pori kulitmu
> > yang samar
> > dipertebal bias cahaya
> >
> > dan kutahu dimana seribu kaki
> > lenguh ini menancapkan kuku
> > rindunya
> >
> > salam kenal
> > blalang_kupukupu
> > — In Cerpen_Puisi@ yahoogroups. com, lala_dua dua <laladua_dua@ >
> > wrote:
> > >
> > > BALASAN SUB BAB HUJAN 2
> > > di situ rintik hujan
> > > airnya berserakan
> > > tertimpa ulat dan kupu-kupu
> > > dan daun jambu
> > > lantas ku berdiri di jendela
> > > sebagai bianglala
> > > menanti sang ulat terkulat-kulat
> > > pabila hujan mulai lewat
> > > menyapa pelangi petang
> > > menanti malam dalam tenang.
> > >
> > > blalang_kupukupu <blalang_kupukupu@ > wrote:
> > > Sub Bab Hujan , 3
> > >
> > > Dentang jam tua di tengah tubuh kota
> > > Yang parau suaranya
> > > Ingin mundur bergegas ke balik belukar
> > > Cacing-cacing kerontang yang menelentangkan
> > > Badan di sela butiran tanah terbakar
> > > Berguguran dedaunan penutup kemaluan
> > > Mereka
> > > Angin hululalang saja tanpa permisi
> > > Membangkitkan lelap butiran debu
> > > Yang berbaring serampangan di aspal jalan
> > >
> > > Roda yang berjalan menduga
> > > Berapa kali lagi tikungan
> > > Di simpang merah temaram
> > > Para gelulai tangan senyum masam-masam
> > > Ada yang mengikat tungkai leher di sini
> > > Merubah rajutan baju jadi matarantai
> > >
> > > Dentang jam tua di tengah tubuh kota
> > > Yang parau suaranya
> > > Seakan nada kehilangan gerak irama
> > > Ketika gigil memanggil-manggil
> > > Hujan malam yang reda kemarin
> > > Sedikit terang mengusir peminta-minta
> > > temaram
> > >
> > > Sub Bab Hujan , 2
> > >
> > > Menyaksikan hujan hinggap di dedaunan
> > > Sebagian kupu-kupu bergegas ke podok kepompong
> > > Ulat merayap lambat
> > > Di sela dahan buah jambu mulai meranum
> > >
> > > Dalam timbangan angin memperberat curahan
> > > Tanah memalingkan wajah pertanda malu
> > > Ulat masih merayap pelan
> > > Seperti ada bianglala bertengger di ujung dahan
> > > Menunggu dengan corak warna melampaui kupu-kupu
> > >
> > > Sub Bab Hujan , 1
> > >
> > > Menyaksikan hujan menggeraikan
> > > Rambutnya yang masih basah
> > > Kurasakan jendela-jendela ruang
> > > Berlantai lima puluh ini
> > > Jadi pelepah pisang yang berceceran
> > > Di halaman-halaman belakang
> > > Bocah-bocah tanpa baju
> > > Dari pintu terbuka berhamburan
> > > Memahatnya jadi secarik sampan
> > > Merekapun bergegas menuju sungai
> > > Seperti tahu di hilir terbenam matahari
> > > Menyihir hasrat terus mendayung
> > > Dan riak air biar mempertebal mendung
> > >
> > > Bulan sedikit berkedip malu
> > > Ketika para bocah melepas celana
> > > Pelayaran itu bermula dari hulu
> > > Berpacu dengan rintik yang akan reda
> > >
> > > nb: berikut adalah 3 sajak dari 5 sekuens sub bab
> > >
> > > hujan yang blalang posting di blog pribadi blalang
> > > untuk yang lainnya silakan temen-temen lihat sendiri
> > > di
> > > http://asharjunanda r.wordpress. com
> > > di kategori “Sebotol MALAM”
> > > semoga enjoy
> > > salamcipikacipiki
> > > blalang_kupukupu

Sedikit Cuap-Cuap “Cakep-Cantik”

Posted in Mr.Blalang In Diary on Februari 12, 2008 by asharjunandar

klub-sastra@yahoogroups.com
From: “cakep cantik” Add Mobile Alert
Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoogroups.com. Learn more
Date: Mon, 11 Feb 2008 23:46:08 -0800 (PST)
Subject: [KlubSastraBentang] perkara gathering, sukses..

Akhirnya jadi juga acara silaturahmi klub sastra yah……seneng deh bisa sekalian ajang kopdar juga…jadi tau Apri, Ririn & Endah perca yg imut, mba Dian Ilenk yg funky, mang Jamal yang tdnya ganiat bl novelnya akhirnya jd beli juga demi TTDnya, haturnuwun ya mang…
Acun dg cerpen uniknya,blalang kupu2 yg slm ini aq kira cewek cantiq tnyt cwok calon sastrawan sejati (ehm..jd gr ya bang..), trus ada jg penulis2 teenlityg br aq knl kyk pak ersta yah kl ga salah dgr nmnya, trus mba Ita Siregar (tmn sebangku di bis pas plg mba..), wah pokoke seneng bs bertatap lgs dg manusia2 bertalenta, apalagi bs foto brg sm pak Sapardi…jujur. .silaturahmi kmrn itu membuka wacana pikiranku & menambah wawasanku mengenai sastra yg slm ini msh minim…..utk bentang, moga sering2 aja sponsorin silaturahmi di jkt yah atau yogya juga blh asalkan tersedia free accomodationnya. .:)

salamsastra,
nisa

Sujud untuk Yang Maha Sujud

Posted in Mr.Blalang In Diary on Januari 29, 2008 by asharjunandar

Alhamdulillah, tidak terasa 2 bulan satu hari blog blalang ini berjalan seiring jejak – jejak jarum jam waktu. Awalnya, hanya untuk menggenapi rasa iseng karena kejenuhan di kantor sekaligus untuk alat penyalur komunikasi puisi blalang kepada umum khususnya para cyberer yang juga menikmati puisi.

 Dan, masa dua bulan ini juga blalang lebih komitmen kepada diri sendiri untuk terus berusaha menelurkan puisi-puisi yang lebih tajam dan berbobot dari segi rasa, tema, dan semuanya.

Mungkin dua bulan ini adalah tonggak awal dari satu keinginan yang sempat tertunda sejak kuliah di Bandung untuk lebih menyeriusi ranah rimba puisi dan kepenyairan yang kata Tardji tidak untuk main-main. Karena di sini, di ranah ini adalah rimba yang penuh dengan berbagai cobaan, tetapi tentunya juga penuh tantangan dan kejutan-kejutan yang indah

Terimakasih kepada temen-temen yang sudah menyempatkan diri singgah dan sering menikmati sajak-sajak blalang baik yang secara sengaja atau tidak. lebih-lebih di milist penyair@yahoogroups.com, bentang, fordisastra.com, puisimania.info. Di beberapa nama tempat maya inilah blalang sering menaburkan benih-benih puisi blalang.

Untuk kategori kaki-kaki angin blalang cukupkan sampai 25 sajak saja. Sebenarnya, kaki-kaki angin merupakan satu antologi yang sudah selesai sekitar setahun yang lalu. Hanya saja, mengikuti perjalanannya, blalang hampir melakukan perombakan semua puisi, dan hasilnya sebagian pada sajak-sajak yang sudah blalang posting di kategori kaki-kaki angin tersebut. Kemaren, revisi untuk semua puisi di antologi ini sudah selesai dan doakan saja blalang menemukan penerbit yang cocok untuk mempublikasikannya.

Kaki-kaki angin ini merupakan satu keutuhan cerita kisah cinta masa lalu blalang dengan seseorang yang di beberapa sajak sering blalang sapa dengan panggilan “jingga”. Hehehe

Sehabis ini, blalang juga masih akan disibukkan dengan revisi naskah antologi puisi lain yang akan lebih banyak bercerita tentang blalang sendiri dengan seorang saudara laki-laki blalang yang sudah bermukim di padang. Setting yang diambil kebanyakan di daerah kota kembang Bandung, ketika kita berdua kuliah dulu, rentang 2001-2005.

Beberapa puisi lama yang belum mengalami revisi blalang cantumkan di kategori sebotol malam. Ini bukanlah judul akhir dari antologi ini, karena blalang sendiri belum menemukan judul yang tepat untuk antologi ke dua ini.

Tentunya sambil mengerjakan revisi ini, blalang juga terus coba untuk menghadirkan sajak-sajak terbaru blalang, yang kebanyakan diposting di kategori “antara titik dan koma dan dari sebuah kamar (umumnya tentang ketuhanan dan perenungan blalang atas misteri kehidupan)”, “kabar burung dari luar istana” (yang lebih banyak berbicara tentang tema sosial) 

Dan baru-baru ini, blalang menambahkan satu kategori lagi “kupukupu bersayap cinta” (berisikan tema cinta secara universal). Ide ini muncul atas inspirasi dari seorang teman yang sekarang suka menjadi komentator puisi-puisi blalang sambil sesekali secara langsung via hp membacakan sajak blalang (terimakasih untuknya, yang tak terhingga)

tentunya untuk teman-teman juga

salam,

blalang_kupukupu

Terimakasih Untuk Cangkir Teh Obrolan Pagi

Posted in Mr.Blalang In Diary on Januari 20, 2008 by asharjunandar

Huaahhh… pagi yang panas di Rawamangun. Baru jam 07 kurang 14 menit kalau ga salah, blalang baru membangkitkan mata dari keterkulaian kelopaknya. Semalam mengatupkan dua kelopak putri malu ini sekitar jam 3.30 pagi. Setelah satu jam berbincang-bincang ya, bisa dibilang ngolor ngidul dan sedikit berbusa lipstik splistik kosmo, seseorang yang mewakili tiga dara yang masih maya difikiran blalang menghubungi phoneshell blalang,

Ya, untuk membincangkan sedikit  puisi yang baru sekelumit ari juga tumbuh di kulit blog blalang. Perbincangannya cukup asyik karena blalang dari awal bikin blog ini hanya untuk iseng saja sekedar pelepas jenuh di kantor ketika bosan dengan segala rutinitas yang kian meremukkan atau bahkan membunuh sel-sel merah kepekaan rasa dan batin blalang.

Ya, ternyata ada juga yang mengekspresikan kerlip antusiasmenya tentang puisi-puisi yang blalang postingkan di blog ini, mungkin karena pengaruh gender, si misterius itu blalang teropong lebih menyukai postingan-postingan di tandan puisi kategori kaki-kaki angin.

akhirnya dialog itu berlanjut kilometernya ke situasi kerjaan, keisyu-isyu yang menjadi lucu dan banyak lagi yang pada siang ini seperti gelepar cahaya kunang-kunang di fikiran blalang.

 Dan, ternyata, diskusi cangkir teh obrolan tadi pagi, sebangun dari penjelajahan mimpi yang blalang tidak tahu dan sedikit acuh pada pangkal mulanya, si guest misterius ini malah blalang todong untuk membacakan beberapa sajak di kategori kaki-kaki angin. Walau sedikit rewel dan rada manja, akhirnya si misterius girl ini mau juga mengeluarkan jurus deklamasinya….. dan simsalabim, blalang merasa beberapa puisi yang selama ini blalang anggap belum menjadi sepenuhnya sajak berhasil, disulap suara si girly ini jadi sesuatu yang mampu membawa blalang kembali meloncati padang-padang ilalang gersang masa lalu yang menjadi ilham dan jiwa atas semua tema puisi di kaki-kaki angin.

 Dan, masih dari si girly ini, blalang memperoleh satu masukan yang sangat berharga, tentang kealpaan tema yang memang seharusnya ada untuk melengkapi kisah percintaan silam ini jadi satu antologi yang jadi satu cerita percintaan secara menyeluruh,……

dan itu belum kepikiran sebelumnya di gudang fikir blalang….

akhirnya, untuk manisnya cangkir teh obrolan pagi ini, blalang ucapin ma si girly yang katanya baru sekali saja memasuki pintu tamu blog blalang, terimakasih banyak yang tak banyaknya tak terhingga banyak….hehehe:) semoga baca juga session Mr. Blalang In Diary kali ini.

Ohya, kepada temen-temen yang sudah dan sudi singgah di padang ilalang sederhana ini,

terimakasih untuk kesediaannya, dan blalang dengan senang akan mendengarkan tiap saran, kritik, masukan dan apapun bentuknya itu untuk kemajuan imaji berkarya blalang.

doakan ya, semoga blalang terus konsisten meloncatkan dua batang kaki imajinasi rapuh ini di padang – padang ilalang yang lebih luas lagi.

salam cipika-cipiki

Hah, Hanya sebuah tarik nafas mungil

Posted in Mr.Blalang In Diary on Januari 17, 2008 by asharjunandar

Hah, ini bukan mas Hasan AspaHani, tetapi hanya wujud dari bunyi hembusan udara mungil saja yang tersaring dari paru-paru blalang, awalnya masuk, berdifusi darah dan akhirnya kembali ke alam. Dari Tiada ke Ada kembali ke Tiada. Begitulah, sederhananya.

Tapi, jangan salah sangka, sederhana itu ternyata sangat amat melelahkan untuk menetaskan telurnya. Butuh perahan keringat darah, butuh pemutusan tali saraf-saraf.

Acapkali kecapaian atau selepas kelimpungan karena urusan yang serasa tidak pernah habis mendera hari dan kehidupan, pengobatan alternatif termurah yang sering blalang lakukan secara spontan di atas kursi goyang 360 derajat di depan monitor kerja ini dengan menarik nafas dalam-dalam dan sepanjang-panjangnya. Taaarrrikkkk…..dan husssss hembuskan dengan lepas dan bebas.

selalu ada cara gratis untuk kita yang mengetahui caranya, mengatasi kepenatan dan kebuntuan fikiran.

akhir- akhir ini sepertinya, blalang juga tidak terlepas dari jeratan rantai api kebosanan, nyaris memang terbakar. Tapi selalu ada teman dalam sepi yang bisa diajak berbagi menjadi larik-larik puisi, dan hasilnya, ya beberapa yang terus berhamburan di blog ini. (semoga bisa dinikmati ya ?).

oh ya, tulisan ini juga sekedar curhat saja, kepada  siapa saja yang membaca. Bahwa, membaca ayat-ayat puisi, mudah-mudahan tetap memberikan penyejukan kepada siapa saja, tubuh, jiwa, jantung dan hati dari hatinya. hehehe:)

blalang sengaja tidak terlalu memperdulikan tatabahasa, maklum, hah,….

karena ini juga hanya sebuah tarikan sepuluh jari saja, pada keybord yan