Archive for the Cincin Silver tanpa Mata Category

Ruang Tunggu

Posted in Cincin Silver tanpa Mata on Oktober 10, 2008 by asharjunandar

 

 

Satu tiang patung berdiri di sini

Dengan enam lentera oranye kunang-kunang

 

Kutarik badan ke tengah lapang pelataran

Marmer

Persegi yang diketupatkan tukang dulu kala

 

Berdiri pula plang “Jangan” berkapital merah

Semerah paras matamu,

            Yang katamu:

“Telah lelah berjaga-jaga,

Sepanjang batas yang belum bertemu usia”

 

Berhadap-hadapan denganku,

Berapa lama kau sanggup bersila diintai cahaya?

 

Angin musim basah melekat di telapakmu,

Di siku,

Di raut yang terus disamarkan

Desis ular rambutmu,

 

Punggungmu mulai gelumai digoyang

Hembusan mulut malam yang masih menyimpan

Kata majemuk pagi di kerongkongan

 

Satu tiang patung berdiri di sini

Dengan enam lentera oranye kunang-kunang