Archive for the kakikakiangin Category

Celengan Hati

Posted in kakikakiangin on Januari 31, 2008 by asharjunandar

Malam ke pagi, pagi ke malam
Celengan liat hati ini,
Selalu kuisi dengan recehan
Koin waktu

Kuletakkan badannya
Bukan di sudut kamar,
Bukan di bawah ranjang
Tidak pula di tengah meja
Berhias taplak cahaya

Tapi tubuhnya kurebahkan
Di bibir jendela kaca
Yang sepanjang hari terbuka
Seperti bibirnya yang kaku
Dan tidak pernah berkata
Berapapun jumlah angka
Yang kuselipkan
Ke dalam lambungnya

Malam ke pagi, pagi ke malam
Wajah celengan hati ini
Dimandikan rintik hujan
Tubuhnya dikeringkan handuk matari
Keringatnya dibasuh embun pagi
Dan dahaganya dilunasi
Kicauan kenari
Dari dahan-dahan melati
Yang dibesarkan pelangi

Bila satu waktu, sang perempuan itu
Di hembuskan angin waktu
Dan langkah kakinya yang telanjang
Melewati pagar rumah kayuku

Jari manisnyalah yang layak
Memungut Celengan hati ini

Yang sudah penuh terisi
Bau pelangi
Dan aroma melati kasih

hakcipta pada asharjunandar

Dia Adalah Perempuan Dalam Istri Jiwaku

Posted in kakikakiangin on Januari 28, 2008 by asharjunandar

Bagaimanakah rasanya warna perasaan perempuan
yang mencintai seorang pria
dari balik tubuhnya
ketika diam-diam dalam gelap
mendengar
perkataan si pria kepada mereka
yang menanyakan, seberapa dekat antara hati dan mati
dua orang yang saling mencintai:

“dia adalah perempuan dalam istri jiwaku
yang hidup, tumbuh dan mekar beraroma bunga
di bumi dan di surga yang kusebut cinta”

hakcipta pada asharjunandar

Mereka Akan Pulang Kembali Kepada Rumah Kita

Posted in kakikakiangin on Januari 28, 2008 by asharjunandar

mereka yang telah terusir dan terhina
akan pulang kembali ke rumah kita
mereka yang dulu pertama kali kita panggil-panggil
dengan nada suara merayu mendayu-dayu
mereka yang pada akhirnya membosankan kita
di masing-masing sudut kamar kesendirian

kau ingin mereka angkat tangan
usai kelopak gairahmu patah
oleh permainan kartu yang tak seindah
ular tangga,

gerutumu resah
berkilah

mereka akan pulang seperti apapun
kau mengusir mereka
mereka yang telah mengukur lebar dada
ruang tamu kita
mereka yang sudah merekam desahan gorden
ranjang
penutup kamar hati kita yang bercinta
sepanjang malam

selalu ada yang kita benci dari rentetan mereka
namun rumah kita adalah tempat tinggal mereka
dalam tamparan tangan atau senyum malu bunga
di halaman depan
mereka selalu pulang kepada kita

kepada rumah
yang melahirkan dan membesarkannya
dengan benci atau kasih sayang
yang tak sempat lagi terucapkan

hakcipta pada asharjunandar

Hadiah Dari Seorang Buta

Posted in kakikakiangin on Januari 26, 2008 by asharjunandar

seorang buta di luar kamar diriku
mengantarku, mendekat kepada segala jendela yang kubenci
mereka tidak menyebutnya rapor anak tangga
mereka sebut: indeks prestasi kumulatif di atas rata-rata tiga
dengan rata-rata sepuluh pukulan maut jam penjara
kubayar di depan meja berkaki tiga di ruang kamar tiga kali tiga
kumamah semua makanan yang kucerna
pena yang kugenggam di dada pecah karena sejentik alis vagina
kuracik gila yang harus mengebiri angka-angka
tertinggal cinta tanpa ronta di atas tiga rata-rata,

hakcipta pada asharjunandar

Aku Ingin Diterbangkan Angin

Posted in kakikakiangin on Januari 26, 2008 by asharjunandar

serbuk sariku ingin di terbangkan angin
menguap dari tempayan putik kelopak pikirmu

rebah tubuh biji-biji di dinding dingin ini
seperti racun pikun hendak dibenamkan jamu

hakcipta pada asharjunandar

Seseorang Yang Menyelipkan Buku Di Bawah Bantalmu

Posted in kakikakiangin on Januari 24, 2008 by asharjunandar

seseorang telah menyelipkan
buku itu di bawah bantalmu

ketika kau pada ranjang berpamitan
lalu bersiul-siul di kamar mandi
yang dari krannya, hujan mengucuri
hidup yang kau batukan
di balik tembok gunung rambutmu
yang lebat dan hitam

nyanyian yang sedikit lembut bercampur parau,
lebur bersama irama gayung air
mengguyur rimba kulitmu,

merambat pelan ke corong pembuangan,
membuatmu terus mengapaki
batang demi batangnya
dengan gerigi spon berpelumas buih-buih sabun

di antara mereka, siapakah yang lebih hijau
keramatnya?

aroma cuaca yang bercampur dengan lembab keringat
tubuh kayu-kayu tua malammukah ?

atau sesuatu yang dari malam ke malam
terus menggelitik kulit kecoklat-coklatan
batang hatimu,
saat tumbang di atas tanah selimut ranjang itu?

bukankah buku yang diselipkan
seseorang di bawah bantalmu,
ketika kau mandi,
adalah suara-suara cendrawasih yang menuturkan?

dan kala kau berkaca malam ini
sejurus sebelum menghampiri pembaringan
jarimu akan menyentuh tumpukan kertas
yang menugu di bawah tindihan kepalamu?

bila kau baca, kisah itu akan memerahkan
deretan huruf-hurufnya,

dan seandainyapun buku itu kau campakkan
ke tungku perapian,

tumpukan kertas yang sebenarnya kosong
telah memprasastikan aksara kawi
di candi bebatuanmu yang sepi
dan bila kau murca juga ,
di pustaka bulan, telah tersimpan rapi

relief-reliefnya
dilembar-pagari mantra-mantra
moyang suci

hakcipta pada asharjunandar

Dia Yang Tubuhnya Jingga Bercabang

Posted in kakikakiangin on Januari 23, 2008 by asharjunandar

dia yang tubuhnya jingga

bercabang,
berdaun,
berakar,
berbunga,
mengembang,
merimbun,
mencakar,
ditingkap kerudung sejarah panjang

orang-orang ruh berbondong-bondong
memancangkan pancang-pancang panjang
kokoh dan menghujam

mereka babat ladang-ladang malam
dan
gedung-gedung menghardik lantang
telinga ranting dan cabang

kaki-kaki konstruksi bersijingkrak
cebur ke danau kerudung

badan-badan jalan,
jembatan,
halte bus,
hingga salwa
hangus di dapur sebuah apartemen usang

bergayut benang
pengembaraan ini kuajak pulang

taman lengang, dimana danau kerudung
yang riaknya dihujani ranting dan dedaunan ?

danau yang tiada cahaya lentera
selain raut bulan
merah kemalu-maluan

orang-orang hanya larut
dalam aroma barang-barang asing
mungkin juga cinta masing-masing

dia yang tubuhnya jingga
bercabang,
berdaun,
berakar,
berbunga,
mengembang,
merimbun,
mencakar,
ditingkap kerudung sejarah panjang
di sebuah danau
di tengah taman lengang