Archive for the runegreen Category

Patenggang, In Memorial

Posted in runegreen on Desember 11, 2008 by asharjunandar

kielmaru07-128

Tak kusaksikan lagi kebersahajaan

di hamparan gelombangmu

yang dibangun angin datang

Hikayat singkat lekat

pada sebongkah semen padat

menancap kuat dalam benakku

Dan kembali berputar

tikungan-tikungan tajam

menanjak-menurun itu

di arloji lengan kiriku

Kawanan pucuk  cemara

menarik mereka yang resah

di cekung sampan

beberapa jam hingga ke tengah

Dan tidak batu hitam

tempat aku

kembali tafakur menyapu seluruh

tubuhmu

“Ketengah-ketengah” beberapa suara

berseru malu-malu merayu

Selain perkataan seseorang

yang sempat meminta pelukanku

dari belakang,

aku sudah tak mengerti perkataan

manusia

Dan sepasang bibir yang basah

semalam,

mengingatkanku segalanya

Petak-petak sawah

yang tertata pasrah,

jejeran kedai bandrek-indomie

dan ladang stroberi yang dipetik sendiri

Kubetulkan letak rambut kusut

Tumpukan merah marun

yang tak seutuhnya tergambar

di spion sebelah motornya

Dan sepasang bibir basah

semalam

adalah desah nafasmu yang resah

Dalam buntal kabut

Kutunggu mereka menyerabut

Tercabut matahari

yang namanya belum tersebut

Iklan

Evan Hastia

Posted in runegreen on Desember 9, 2008 by asharjunandar

Tanpa simbol dan lambang

Misimu memang

tak akan tersalurkan


Waktu pada tubuh sejarah

Mitos, begitulah angin sebagian gurun

Pasir yang bersimbah darah itu

Mengabarkan

Tentang sebentuk bola kecil

Yang ditempatkan untuk keturunan

Adam-Eva saling berselisih

Dan berbunuhan,

Seperti yang tesurat dan dibaca berulang

Ulang, merekapun meletakkan surga

Di bawah pijakan kakinya

Kemudian menginjak-injaknya

Seperti bangkai anjing busuk

Di pinggir jalan

Hanya sebuah batu, awalnya

Tempat Abraham, katanya meletakkan

Anaknya dan melekatkan pisau

Di pangkal lehernya

Sebagaimana hari ini, lebih dari sekedar

Domba-domba, bulu dan dagingnya

Dikorbankan

Darah dialirkan. Darah dialirkan

Kesegenap penjuru matahari kaki manusia

Yang berdetak di jantungnya

Keyakinan

Bahwa surga, masih tersembunyi

Di sana,

Di balik langit yang berlapis tujuh

Katanya

Darimana moyang kita

Terusir, demi abadi yang tua

Segurat dosa

Surat Pembuka

Posted in runegreen on Oktober 20, 2008 by asharjunandar

Untuk sebuah surat pembuka, aku tiada letih

Berterimakasih untukmu,

Di sebuah malam yang ketujuh belas

Dia dikirimkan

Ah, kalimatku terbata ditiupan asapmu

Yang kau lingkarkan ke lingkar leherku

 

 

Ada yang tak tersampaikan karena harus terus

Dirahasiakan,

Di dalam hati, tapi matamu telah mengatakan

 

“Tanahku ditumbuhi perdu rahasia, yang hendak dibakar

Tanahku ditumbuhi perdu rahasia,

 

Yang belum tiba, sipembakar ladang”

 

 

Ah, malam yang ketujuh belas

Mengapa kau diturunkan pada ayat pertama?

 

hakcipta pada asharjunandar

Tali Gantungan

Posted in runegreen on Oktober 16, 2008 by asharjunandar

Seseorang berkata padaku aku belum selesai membaca

Tapi, sepanjang tali gantungan ini, siapa yang telah

Sanggup selesai membaca, dan siapa pula yang akan sanggup?

 

Membaca pangkal tali ini, lekuknya, simpulnya,

Tegangnya, kemungkinan putusnya,

 

Dan yang terpenting, rangkum lingkarnya

Di leher ini?

 

Seseorang berkata padaku aku belum selesai membaca

Tapi, sepanjang tali gantungan ini, siapa yang telah

Sanggup selesai membaca, dan siapa pula yang akan sangup?

 

Membaca?

 

Tentang lelumut yang tumbuh di sekitar nisan purba kita

 

Pesan Singkat

Posted in runegreen on Oktober 15, 2008 by asharjunandar

Satu pesan singkat lagi, kutinggalkan untuknya

Di malam, yang masih ditunjukkan angka empat

Pada jam dinding

 

Tentang pengembaraan lelaki yang hendak meminang

 

Adalah perjalanan arus air membandang

 

Di sela batu-batu, di sela lumut yang diam

 

 

Kau telah memberitakan dimana muara berdiam

Tapi dia pendayung sampan yang penyayang kepada kayu

 

Ada hulu di depan

Dan dia masih duduk gamang dibelakang

 

Satu pesan singkat lagi, kutinggalkan untuknya

Dengan kapur di atas batu

 

Jangan percaya kepada matahari

Bila ternyata besok dari timur, terbitnya

 

hakcipta pada asharjunandar

Kitab Tembakau

Posted in runegreen on Oktober 14, 2008 by asharjunandar

 

Peperangan selalu terbuka dan tak terelakkan

Dimanapun, rumput yang kering, di dalam akar

Masih mengendap selenguh nafas, memulakan

Memulakan untuk kembali sebuah pembakaran

 

Di musim kemarau,

Bunga-bunga akan diam dalam penyerbukan

 

Seseorang yang datang dengan luka di hatinya

Kepada hamparan padang,

Angin yang membentang,

Cuma membawa segenggam tembakau dan pemantik api

Di balik sakunya,

 

Dan sebuah kitab suci

 

Untuk di baca,

Ya, untuk dimulakan dari halaman pertama

Pada sebuah pembaringan airmata

 

Segerombolan serangga, termangu menyaksikan

Secuil kejujuran yang tersisa,

 

Sebutir kepasrahan

 

hakcipta pada asharjunandar

DareDevil

Posted in runegreen on Oktober 13, 2008 by asharjunandar

Di atas lantai teratas gedung ini,

Aku telah mencapai puncak cahaya

Dari serpihan kaca, aku kembali melihat

Kejadian, di satu malam dua belas tahun

 

Yang membimbingku, menapak

Satu persatu, anak tangga gedung ini

 

Di malam-malam yang menumbuhkan saraf

Rasa,

Jauhlah dari tungku api

Kalau kau ingin menghangatkan badan

 

Sebuah tongkat dan sekuntum mawar

Yang kucari terus, akan kujatuhkan dari sini

 

“untukmu, yang membesarkanku.

Yang menguatkan tongkat ini,

Dari satu pembaringan

Yang dijaga nisan”

 

Mereka telah diborgol dan digiring

Ke kamar masing-masing

Yang terkunci,

 

Dan di sini, kutunggu saat itu

Ketika pintu-pintu terbuka kembali

 

Di atas lantai teratas gedung ini,

Seperti umur yang kecil,

 

Yang diukur duabelas angka melingkar

Diputaran detik kulemparkan mawar ini

 

“Untukmu yang menegakkan tongkatku”

 

Kembali. Kembali. Kembali

Dan terus, airmataku kembali selirih hujan

Lagi.

 

Kembali

Rawamangun, Rabumalam 08102008